Inilah Suka Duka LDR dengan Suami, Mana yang Paling Cocok Sama Bunda?

Dalam ilmu pasti, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Di manapun, baik di Jakarta, di Surabaya, bahkan di Amerika, air selalu begitu.

Tapi beda halnya dengan ilmu sosial. Di sini begini, di sana bisa beda. Sama halnya dngan LDR atau long distance relastionship, alias hubungan jarak jauh. Si A dan si B yang LDR pasti pengalaman nya tidak sama dengan si C dan si D.

LDR istri dengan suami memang punya pengalaman yang berbeda-beda. Tapi, di tulisan ini, saya mencoba menggali bagaimana suka duka LDR setelah menikah dari berbagai sumber dan pengalaman teman. Khususnya dari pengalaman para istri.

Buat yang LDR mungkin bisa merasa terwakili dengan tulisan ini. Namun, jika ternyata pengalamannya beda, kembali baca paragraf satu dan dua tulisan ini ya. Hehe... Boleh juga Bunda tulis pengalaman pribadi di komentar.

Dan buat yang tidak LDR, coretan ini bisa jadi pertimbangan di kala ingin nyoba LDR. Siapa tau kan? Atau  ada kondisi di mana ada kemungkinan akan ldr dengan suami. Jadi, apa saja ya suka duka ldr dengan suami? Yuk kita bahas. 

ilustrasi ldr dengan suami by Popmama.com
Kita awali dengan susah atau dukanya menjalani ldr dengan suami. 

Pertama, Harus Melakukan Segalanya Sendirian
Seperti dilansir dari wolipop.com, duka menjalani hubungan jarak jauh dengan suami membuat istri harus rela melakukan segalanya sendiri. Kegiatan yang biasanya membutuhkan pendampingan suami, seperti periksa kehamilan ke rumah sakit harus sendiri, di kala para istri lainnya ditemani suami.

Meskipun kadang kita bisa dibantu keluarga dekat, tapi ada rasa sedih juga. Wajar, karena suami adalah orang terdekat kita.

Kedua, Bingung Kalau Genteng Bocor, atau Listrik Konslet
Banyak hal yang membutuhkan tenaga pria dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti membetulkan atap rumah, memperbaiki pintu, dan memperbaiki listrik yang konslet.

Walaupun bisa diakali dengan membayar jasa tukang, tapi tidak sepraktis bila dibantu suami kan? Bahkan tanpa harus kita minta tolong, kalau ada suami semua bisa dibereskan tanpa kita tunggu. Sekalipun kita belum menyadari ada yang rusak. Tau tau sudah dibetulkan oleh pak suami.

Beda jika sendirian, kita harus menyadari kerusakan di rumah dan menyelesaikan itu sendirian. Lumayan nambah beban kan?

Ketiga, Berpotensi Salah Paham dan Bertengkar
Hubungan jarak jauh juga bisa memicu salah paham hingga pertengkaran. Terutama jika tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

Telat tidak menjawab telepon, lama tidak membalas chat, salah bicara, bisa membuat pasangan dan mungkin kita pribadi sebagai istri jadi terbawa emosi.

Seperti curhatan seorang wanita di wolipop.com tadi, katanya komunikasi dengan suami jadi sangat buruk. Malah ketika bertemu pun jadi canggung dan seperti ada jurang pemisah di antara mereka.

Memang sih, setiap orang punya kemampuan komunikasi yang berbeda-beda. Bukan hanya itu, pribadi masing-masing orang tidak sama. Dengan LDR, bisa jadi menambah masalah atau malah hubungan lebih sehat.

Berbicara mengenai hubungan yang sehat, LDR juga ternyata ada sisi positif nya lho. Bahkan bisa dikatakan suatu kesenangan tersendiri bagi seorang istri. Bukan berarti senang berpisah dengan suami, tapi ada hal-hal positif yang didapatkan ternyata. Apa saja ya?

Pertama, Bisa Punya Lebih Banyak Waktu Luang
Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran suami juga menambah kesibukan istri. Kegiatan berbau per-suami-an bisa dieliminasi kalau ldr. Tidak lagi harus tergopoh bangun sangat pagi untuk sarapan pak suami, membuatkan minum, memijat, membelikan rokok di warung, menyetrika baju dadakan, masak dadakan walau hanya mie instan, dan hal lain. Bahkan keberadaan suami di rumah membuat istri segan untuk pergi keluar rumah. Jadi, semua terikat oleh suami. Kurang lebih begitu.

Beda jika suami tidak ada. Semua kegiatan itu tidak perlu lagi dilakukan. Mungkin itu sebabnya ya, teman-teman saya yang suaminya merantau, mereka bisa jalan-jalan, hangout bareng sambil bawa anak masing-masing, hingga berani mengambil amanah jadi ketua komite sekolah.

Kedua, Kemandirian Lebih Terasah
Bisa karena biasa. Kalau tidak terbiasa maka jadi tidak bisa. Ya begitulah.

Ada suami di rumah, tidak biasa nyetarter motor sendiri. Eh, saat motor di jalan mogok jadi baper dan nelangsa.

Kalau sudah biasa mandiri tanpa bantuan suami, istri bisa belajar melakukan banyak hal sendiri. Tidak heran bila perempuan ldr lebih tangkas. Bisa ngurus usaha tanpa intervensi pasangan, menghendel tukang bangunan sendiri, hingga berkarya lebih leluasa.

Bahkan dengan melakukan banyak hal sendirian, istri jadi tahu lika liku dan pernak pernik kebutuhan sehari-hari. Kemapuan dan pengalaman lebih kaya. Ada suami pesan grab car saja dipesankan, cek in hotel diuruskan, dan lain-lain dibantu paksu. Kalau melakukan sendiri, istri jadi kaya pengalaman pastinya. Jadi tahu hotel mana yang harganya paling murah, Cs nya paling ramah, aplikasi apa yang paling recomended buat pesan tiket online, dan sebagainya. 

Ketiga, Kangen dan Lebih Mesra Saat Bertemu
Sisi positif lainnya dari LDR dengan pak suami adalah bisa memupuk rasa rindu. Akhirnya kalau bertemu jadi mesra banget.

Tidak bertemu dalam waktu lama dan hanya bertemu seminggu sekali, sebulan sekali, membuat pertemuan lebih berkualitas. Kalau sudah begini, dunia serasa milik berdua. Hay hay.

Tentu dengan catatan komunikasi selama jarak jauh dengan pasangan tidak memiliki masalah atau kesalahpahaman. Kepercayaan dalam hubungan juga terjaga. Sehingga yang lebih dominan adalah rasa kangen dan kemesraan saat bertemu. 

Itu dia suka duka ldr dengan suami yang mungkin banyak dialami para istri. So, buat Bunda yang LDR, apakah poin tadi cocok? Kalau beda, boleh dong kasih tau di komentar.

Artikel Terkait

Komentar