Anda Ibu Muda yang Malas Bersihin Rumah? Yuk Ikuti Tips Sederhana Ini, Supaya Anda Menjadi Rajin dan Semangat Bersih-Bersih


Malas bersih-bersih sepertinya sudah biasa bagi mayoritas ibu rumah tangga muda. Wajar saja, karena perempuan baru menikah tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Biasanya ada sang ibu yang menghendel semuanya. Mungkin kontribusi kita hanya membantu sebagian saja pekerjaan ibu kita. Begitu pula jika sebelum menikah kita adalah mahasiswa atau fresh graduate yang tinggal di kos-kosan. Sudah pasti membereskan kamar kos tidak membutuhkan waktu lama ya.

ilustrasi : rumah bersih dan rapi
Beda halnya ketika menjadi ibu rumah tangga muda. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas rumah yang seabreg banyaknya. Mulai dari menjaga anak kita yang masih kecil, memasak untuk keluarga, sampai melayani suami. Semua kesibukan ini membuat ibu muda tidak bisa dengan mudah untuk menghendelnya. Alhasil, membersihkan rumah tidak lagi menjadi prioritas.

Lama kelamaan, rumah menjadi kotor dan berantakan. Awalnya mungkin kita menyerah dan menolelir kondisi rumah kita ini. Namun, tanda-tanda rumah yang malas dibersihkan ini mulai kelihatan. Rumah mulai dihuni tikus, kecoa, dan bau tidak sedap datang tercium entah dari mana sumbernya. Yang paling utama, kita menjadi tidak nyaman di saat ada tamu berkunjung ke rumah kita. Nah lho.

Jadi, gimana nih biar kita sebagai ibu muda menjadi semangat membersihkan rumah? Yuk simak solusinya! Ini pengalaman saya pribadi dan alhmdulillah manjur lho Bun.

Pertama, Sering mengunjugi beragam rumah teman
Berkunjung ke rumah teman atau kenalan, membuat kita kaya pengalaman. Bukan hanya silaturahmi, tetapi juga kita mendapat pelajaran dari kondisi rumah mereka. Saya sendiri mencoba mengamati rumah-rumah teman yang anaknya belajar di TK yang sama dengan anak saya. Rumah mereka beragam. Mungkin di samping keragaman rumah mewah dan sederhana, pada akhirnya kita akan mendapat suntikan motivasi bahwa rumah yang nyaman dikunjungi hanya rumah mereka yang bersih.

Memang sih, tidak semua rumah dibersihkan sendiri oleh tuan rumahnya. Tapi, setidaknya kita akan lebih merasa nyaman baik untuk duduk, menyapukan pandangan, hingga makan minum pun terpengaruh lho oleh kondisi kebersihan rumah. Apa jadinya, jika kita disuguhi teh hangat dan cemilan, tapi lantai rumahnya kotor, ada sampah di mana-mana, dan ada bau tidak sedap tercium di rumah itu.

Nah, dengan melihat beragam kondisi kebersihan rumah teman-teman kita, biasanya akan timbul motivasi untuk mulai membersihkan rumah. Kita akan malu sendiri saat habis mengunjugi rumah teman yang bersih dan rapi. Sebaliknya, kita tidak ingin rumah kita sama dengan rumah teman yang kotor dan berantakan.

Kedua, Menonton Acara Sejenis Home Decor
Apa hubungannya? Tentu ada hubungannya dong Bun. Acara sejenis home decor biasanya menampilkan kondisi rumah ideal yang nyaman untuk dihuni. Memang tidak semua tips yang disajikan acara tersebut bisa kita tiru ya. Apalagi kalau acara tersebut menganjurkan membeli prabotan atau furniture ini itu. Namun, setidaknya kita memiliki acuan yang ideal untuk suasana rumah kita. Hal yang paling dasar dari suasana rumah ideal ini biasanya kondisi rumah yang bersih.

Tahap selanjutnya, akan muncul banyak sekali ide di pikiran kita untuk menata ruangan sedemikian rupa agar nyaman ditinggali. Bahkan jika Bunda memiliki budget lebih, mungkin akan termotivasi untuk menambahkan berbagai hiasan yang menambah asri dan indah rumah Bunda seperti dalam tayangan home decor tersebut. Bunda menjadi kaya ide dan wawasan seputar penataan rumah nantinya. Acara ini bisa kita lihat di Youtube atau acara TV. 

Ketiga, Perlahan dan Konsisten
Menjadi tiba-tiba rajin bersih-bersih dan beres-beres dalam sehari mungkin tidak mudah ya Bun. Apalagi, yang namanya rumah selalu kembali kotor dan berantakan setiap harinya. Jika hari ini kita semangat, besok belum tentu. Mungkin hari ini rumah kita bersih dan rapi. Tapi karena setiap hari penghuni rumah mulai megotori dan menaruh benda-benda bukan pada tempatnya, pasti lama-kelamaan berantakan dan kotor lagi.  

Bagaimana solusinya? Bunda perlu mulai menjadwalkan kegiatan bersih-bersih ini. Jika terlalu berat membersihkan dan merapikan seluruh rumah dalam sehari, maka lakukan sedikit-sedikit saja namun konsisten. Misalnya, hanya menyapu yang wajib setiap hari, tetapi mengepel rumah hanya tiga atau empat hari sekali saja. Jika rumah kita tidak terlalu memiliki mobilitas tinggi, mungkin hanya perlu dipel seminggu sekali saja. Setiap dua hari, ada satu lokasi atau barang khusus bunda yang dirapikan dan dibersihkan. Barang dan lokasi khusus ini seperti meja TV, rak buku, lap-lap kotor, kompor, menggosok kamar mandi, dan sebagainya. Tempat dan barang tertentu tersebut memang tidak perlu kita bersihkan dan rapikan setiap hari, tetapi perlu Bunda jadwalkan juga supaya tetap terjaga kerapihan dan kebersihannya.

Jika kita sudah terbiasa mengerjakan semua itu secara konsisten dan teratur, pasti rumah kita akan lebih tertata rapi dan bersih setiap harinya. Jika tiba-tiba ada tamu, nantinya Bunda akan lebih merasa nyaman dan percaya diri pastinya.


Itu dia, tiga tips agar Bunda sebagai Ibu muda lebih semangat membersihkan rumah. Ingat, meskipun kita punya rumah besar dan mewah, tidak akan nyaman ditinggali jika kotor ya Bun. Sebaliknya, meskipun rumah kita kecil dan sederhana, tetapi jika bersih dan rapi, pasti akan nyaman untuk ditinggali. Rumah adalah tempat berkumpul keluarga yang paling nyaman. Selamat mencoba.

Komentar