<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iimrohimah --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:468px;height:60px" data-ad-client="ca-pub-4533907847127524" data-ad-slot="6841261291"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Sabtu, 26 Desember 2015

Refleksi Mata Kuliah Paradigma dan Teori Dakwah


Paradigma dan Teori Dakwah disampaikan di semester 1 KPI Pascasarjana IAIN Purwokerto. atau Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Mata kuliah yang  diampu oleh Dr. Abdul Basit, M.Ag. ini mengantarkan mahasiswa untuk lebih memahami dakwah secara lebih mendalam dan lebih luas. Seluruh materi dirancang supaya mahasiswa mengenal dakwah sebagai riset dan mengenal aksi yang tepat. 

Saya pribadi merasakan perkuliahan ini telah memberikan pemahaman baru mengenai dakwah. Dakwah pada prakteknya mencakup ranah komunikasi dan metode yang luas. Tidak hanya dikomunikasikan dengan cara public speaking, tetapi juga komunikasi massa, konseling, manajemen pendidikan, yayasan, hingga pemberdayaan masyarakat. Sehingga dakwah dapat meresap ke lapisan masyarakat dan individu secara lebih intensif. Pemahaman dasar ini adalah wawasan yang dapat membekali seorang pelaku dakwah (da’i) supaya tidak terpaku pada dakwah yang sempit, misalnya hanya terkurung dalam metode dakwah tabligh saja (ceramah, dsb), tetapi dapat menerapkan metode lain. Bukan hanya pelaku dakwah yang memang konsentrasi dalam berdakwah, setiap orang bahkan sesungguhnya bisa berdakwah.

Dalam kuliah ini, selanjutnya diberikan materi berupa kasus atau topik kontemporer yang berupa makalah berbahasa Inggris dan Arab. Mengapa harus makalah berbahasa asing? Saya kira topik yang dibahas supaya lebih menarik dan kasus yang dibahas lebih unik, dan menjawab tantangan zaman dengan pakar-pakar yang kredibel di dalamnya. Kasus yang disajikan pun sifatnya global, terjadi di beberapa belahan dunia. 

Meskipun memang saya rasakan dan juga temen-teman sekelas rasa cukup berat mengerjakannya. Menerjemah bahasa asing memang bukan hal yang mudah. Kami harus dibahasakan kembali dengan tutur bahasa Indonesia yang dapat dipahami, lalu dibuat refleksi semacam pembahasan berupa kritik kita sendiri terhadap makalah dengan membubuhkan referensi yang dapat dipercaya tentunya. Kemudian kami seminarkan setiap pertemuan bergiliran di depan teman-teman yang lain. Tentu itu menjadi kesulitan tersendiri. 

Namun demikian, kami mendapatkan banyak sekali wawasan dan ilmu baru. Makalah-makalah tersebut membahas: ad-da’iyy (teori citra da’i), Dakwah Berbasis Multimedia, Pelembagaan Dakwah di Masyarakat Barat, Pemberdayaan Perempuan dan Islam di Bangladesh, Teori Perspektif Komunikasi dalam Islam, Evaluating Social Work Practice (Evaluasi Dakwah), dan ada beberapa judul yang terlupa karena pemakalah tidak membagikan kopi file makalahnya, karena suatu halangan. 

Dari makalah-makalah tersebut, saya pribadi menyimpulkan da’i sebenarnya tidak harus seseorang yang konsentrasi dalam dakwah seperti Ustadz, kiyai, bu nyai, ustadz uastadzah, dan sebagainya. Setiap orang bisa berdakwah dalam arti yang lebih serius (menyampaikan materi dakwah) misalnya melalui internet, dengan blog, youtube, dan media sosial. Siapapun memiliki akses untuk berdakwah.

Maka dari itu, dakwah yang baik harus sesuai dengan perkembangan zaman. Da’i perlu mengikuti apa yang berkembang saat ini supaya dakwah lebih fleksibel, mampu mengikuti perkembangan budaya masyarakat. Bahkan da’i harus mampu berada di atas puncak kebudayaan. Maksud saya, da’i harus menguasai ranah-ranah yang memiliki pengaruh besar dalam budaya masyarakat. Da’i harus mampu menguasai hukum, politik, dan khususnya media. Bila kita sering mengkritik banyaknya sinetron atau tayangan atau novel yang tidak mendidik, maka da’i harus hadir dengan flm, sinetron, dan novel tandingan yang mematahkan “kesesatan” dalam media tersebut. 

Oleh karena itu, dakwah perlu menjadi perhatian bagi umat Islam supaya ia menjadi senjata yang tetap tajam dalam menjalankan fungsinya. Jangan sampai tertinggal oleh kemajuan peradaban umat. Maka dari itu perkuliahan ini sangat memicu mahasiswa untuk memperhatikan dunia dakwah secara riset maupun aksinya. 

Meskipun demikian, di balik keunggulan kuliah ini, secara pribadi saya merasakan ada kekurangan yang mempengaruhi proses perkuliahan. Hal ini juga sama dalam perkuliahan lainnya, yaitu deadline pengumpulan tugas makalah. Sebaiknya makalah diwajibkan untuk dikumpulkan dan disebarkan  dua hari sebelum perkuliahan atau maksimal sehari sebelumnya, supaya peserta perkuliahan dapat membaca dan memahami isi makalah tersebut terlebih dahulu. 

Makalah biasanya tergolong terlalu panjang untuk dibaca di saat perkuliahan dilaksanakan. Mungkin hal ini juga dipengaruhi oleh pemakalah yang presentasinya kurang maksimal. Akibanya jarang yang memiliki pertanyaan yang bisa diajukan. Kalaupun ada yang angkat bicara, saya kira mereka bertanya seadanya untuk menghidupkan forum saja. 

Hal ini saya dapatkan dari pengalaman saat membaca kembali materi dalam makalah-makalah teman-teman sekelas. Saya baru membaca secara keseluruhan saat menghadapi Ujian Akhir Semester, kemudian banyak pertanyaan yang muncul setelah membaca makalah-makalah tersebut. Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk kuliah selanjutnya baik untuk kuliah yang diampu Dr. Abdul Basit maupun dosen lain, kedepannya menyarankan mahasiswa untuk menyebarkan makalah sehari atau dua hari sebelum perkuliahan, supaya proses diskusi lebih hidup dan lebih siap untuk ujian. Pembagian makalah bisa dengan email atau media sosial. Selain itu, pemakalah juga supaya lebih siap untuk presentasi jika beberapa hari sebelumnya sudah selesai dikerjakan.

Secara keseluruhan, alhamdulillah kuliah ini sangat banyak memberikan ilmu baru yang bermanfaat bagi saya khususnya dan pengembangan dakwah Islam pada umumnya. Semoga terus maju dan lebih baik lagi kampusku tercinta IAIN Purwokerto, terutama Pascasarjana IAIN Purwokerto. Terimakasih Bapak Dr. Abdul Basit yang telah memberikan ilmunya dengan penuh kesabaran dan pengertian, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan jariah... amiiin.

1 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com