Menanamkan Nilai Dakwah dengan Komunikasi Dakwah Irsyad

Menanamkan Nilai Dakwah dengan Komunikasi Dakwah Irsyad
Oleh: Iim Rohimah

Gambar dari uns.ac.id

Dakwah adalah aktivitas yang memerlukan keseriusan dan bisa dianggap sebuag profesi. Mengapa? Karena di masa ini profesi berarti ada seseorang atau sekelompok orang yang mencurahkan dirinya
dalam kegiatan dakwah. Dalam hal ini dakwah yang paling efektif adalah dakwah yang bisa menyentuh akal dan jiwa mad’u secara lebih mendalam. Sebagaimana pemikiran Al-Razi, filsuf abad ke-8 Masehi menyebutkan bahwa akal adalah karunia yang paling berharga, sehingga dapat mempengaruhi segala hal dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, konsep dakwah yang bersifat intensif diperlukan dalam mencapai dakwah yang lebih efektif.

Prinsip Dakwah Irsyad
Istilah irsyad dalam komunikasi dakwah lekat dengan praktek bimbingan terhadap seseorang atau kelompok orang. Irsyad juga sama dengan halaqah atau juga konseling, yaitu bimbingan dari seorang da’i terhadap beberapa orang yang tidak terlalu banyak. Jumlah mad’u dalam bimbingan ini bisa satu hingga lima orang. Prinsip komunikasi dakwah semacam ini ialah; Pertama, setiap bimbingan diarahkan kepada jalan yang benar. Kedua, dalam melakukan bimbingan disesuaikan dengan keadaan diri klien. Ketiga, materi bimbingan dapat menyentuh hati yang terdalam. Keempat, ajaran-ajaran al-qur’an dan hadits dijadikan sebagai sumber bimbingan.
Dakwah irsyad memiliki kelebihan berupa penyampaian pesan yang lebih mendalam ketimbang komunikasi secara massal seperti ceramah atau tabligh akbar. Kondisi semacam ini memungkinkan materi dakwah dapat meresap ke dalam diri mad’u secara intelektual dan psikologis. Pesan dakwah yang dimengerti secara mendalam memungkinkan pemahaman yang kuat dan akan lebih efektif diamalkan dalam keseharian mad’u atau klien.


Dakwah yang Menyentuh Akal Secara Mendalam
Pentingnya menyentuh akal ini diilustrasikan dalam pemikiran filsafat logika dan moral Al-Razi. Al-Razi, dalam filsafat logikanya mengemukakan pentingnya akal. Bakhan akal dianggap segalanya oleh Al-Razi. Akal harus disentuh dengan pemahaman yang mendalam karena dengannya manusia dapat memperoleh petunjuk sejati menjuju jalan Tuhan. Pentingnya akal ini berkorelasi dengan mental dan kesehatan fisik seseorang, yang dikemukakan dalam filsafat moral.

Dalam pemikirannya, akal mempengaruhi kejiwaan. Maka dari itu, Al-Razi mengecam orang yang meminum khomr (minuman keras atau arak) karena dapat merusak karunia berharga yaitu akal. Selanjutnya kejiwaan atau emosi juga sangat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Oleh karena itu, pengobatan tubuh juga menurutnya harus ditolong dengan pemulihan mental.

Begitu pentingnya akal dan korelasinya terhadap jiwa dan fisik ini, sehingga untuk membimbing seseorang secara keseluruhan, maka harus dibimbing dari pemikirannya secara mendalam. Kaitannya dengan praktek dakwah, dakwah irsyad dapat berperan lebih intensif dalam memicu tindakan mad’u untuk menjalankan ajaran-ajaran Islam dan memperbaiki kesehariannya sehingga sesuai dengan tuntunan Islam.

Sejalan dengan itu, Ermalia Normalita seorang terapis dan juga psikolog mengemukakan pula bahwa potensi manusia yang paling istimewa adalah kekuatan pikirannya. Peningkatan kekuatan pikiran sangat mempengaruhi kemampuan nalar, daya ingat, dan dan pengambilan kebijakan strategis lainnya. Optimalisasi pikiran dan menyentuh psikologis yang lebih mendalam ini bisa dilakukan dengan proses konseling, diskusi mendalam yang terhindar dari noise atau kebisingan gangguan komunikasi dari lingkungan luar. Misalnya konseling atau diskusi dapat dilakukan sebagaimana proses konseling biasanya di ruang tertutup dan kedap suara, untuk pengentasan persoalan yang lebih mendalam.

Oleh karena itu, dakwah dalam bentuk irsyad atau bimbingan ini perlu ditingkatkan, dengan berbagai dukungan semua pihak. Umat Islam perlu turut mendukung aktivitas dakwah semacam ini. Dukungan dapat berupa institusi, organisasi, dan dukungan ekonomi agar semakin maju. Dakwah juga perlu dipandang sebagai profesi, yang mana ada sekelompok orang yang didukung untuk fokus dalam kegiatan dakwah. Dalam hal ini misalnya harus ada konselor muslim yang benar-benar dibiayai atau didukung secara profesi oleh umat Islam, atau profesi sejenis yang bekerja dalam bidang dakwah irsyad ini.
Tulisan ini diambil dari brbagai sumber yang kredibel, buku, majalah, dan situs makalah. 

Komentar