<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iimrohimah --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:468px;height:60px" data-ad-client="ca-pub-4533907847127524" data-ad-slot="6841261291"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Senin, 16 Februari 2015

Puisi Cinta Part 2



Sajak Iim Rohimah
Bulan Sejati

Bulan berseri dalam setiap mata di bumi
Cahayanya memandikan alunan do’a 
Menyiram sahutan malam, manusia dan hewan-hewan


Aku bulan sejati
Dalam garis edaran semesta
Tetap bertasbih saat mengerti atau tidak akan takdir-Nya
Ku setia menerima sinar matahari
Dan Menjadi bayangannya

Cahayaku memang bukan pemberi kehidupan
Namun, malam yang ku mandikan senantiasa indah
Menjadi sajak dan lirik sejuta nyanyian
Dan setiap perayaan, perempuan cantikpun diumpamakan bulan


Purwokerto, 15 April 2014


Sajak Iim Rohimah
Namaku dalam Tinta Sejarah

Syukurku bukan curahan rasa bangga
Namun hanya menepi pada keramahan waktu
Karena ia selalu meminta untuk diisi dengan tawa

Bahagiaku bukan pada anggur
Yang kau tuangkan pada gelas berhak tinggi
Hanya pada air yang menorehkan abadi namaku
Asasi kemanusiaan dan catatan sejarah 
Titah Tuhan dalam setiap detak kehidupan
Yang tak dapat kau berikan


Kebumen, 10 April 2014


Sajak Iim Rohimah
Debu Musholla

Ruang sembahyang berbau debu
Tiada aroma nafas tasbih penghambaan
Ada keputusasaan atas pemaknaan cinta Tuhan
Hingga manusia berlari pada keramaian dunia
Lalu lelah dan kembali dari sesaknya keputuasaan
Kepada cinta Tuhan
Hingga debu menjadi aroma percintaan

Purwokerto, 15 Maret 2013


  
Sajak Iim Rohimah
Parfum: Kisah antara Sepasang Kekasih

Dusta yang membisu
Dalam diamnya bersemi simpul kasmaran
Kau bergegas, aku melangkah
Untuk sebuah imaji cinta semu

Parfumku untuk membangunkan tidur kumbang di seberang
Parfummu menjadi tanah subur
Untuk tumbuh mawarmu, merekah
Hingga suatu hari parfumku parfumu hilang
-Tak lagi sama bau wanginya

:Parfum ini menjadi saksi bisu
Kesetiaan dan dusta segala kisah cinta

Purwokerto, 12 Februari 2014


Sajak Iim Rohimah
Papan Hitam: untuk Negeriku Indonesia

Di sinilah pertama kali ku mengenal alif, ba, ta’
Di tempat kita minum
Dari lautan ilmu pengetahuan

Kapur putih menjadi hakikat ilham
: Papan hitam yang membangun peradaban

Purwokerto, 15 Maret 2014

Sajak Iim Rohimah
Ibu dan Kursi Rotan

Kau duduk di kursi rotan
Mengamati waktu yang terus menumbuhkan keajaiban
Sejak celoteh yang cadel hingga sketsa rumit arsitektur kota

Ibu, meski pengorbananmu dikecilkan setiap tinta cerita
Namun sungguh memberat di pundak
Menua di matamu yang lelah
Hanya kau dan kursi rotanmu yang tahu
Purwokerto, 19 April 2014
    

Sajak Iim Rohimah
Jam Dinding

Rautku yang beku, memantul di kaca jam dinding
Tegang, menata kalut oleh rindu membalut
Ku takut cinta membuncah di kelopak mata,
Seperti biasa

Puluhan kali jarum merah berputar
Menitik menit, menghitung waktu yang melambat
Mempersulit riasan wajah
Yang ku siapkan dalam rangka membungkus rasa

Malam menjelma temaram
Tak jua ku dengar suara indah mengucap salam
Hingga penantian menjadi sunyi

Kini kaca jam dinding bertabur musim semi
Ku dapati diriku, menaruh tawa di atas pundak Pujangga
Yang malu pada mimpi seindah ini
Purwokerto, 21 Februari 2014

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com