<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iimrohimah --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:468px;height:60px" data-ad-client="ca-pub-4533907847127524" data-ad-slot="6841261291"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Senin, 16 Februari 2015

Makalah Percetakan Koran



A.    PENDAHULUAN
Saat ini berbagai media berkembang sedemikian rupa, seperti internet, televisi, radio, dan berbagai bentuk media lainnya. Namun demikian, fungsi dan opularitas media massa cetak (koran) tetap tidak pudar dan dibutuhkan oleh khalayak.[1] Penerbitan media massa cetak ini tak lepas dari peran perusahaan (bidang) percetakan.

Percetakan merupakan bidang yang sangat penting bagi sebuah perusahaan penerbitan pers, karena dengan adanya percetakan ini dapat memperbanyak hasil penerbitan secara massal dan cepat. Teknologi percetakan yang saat ini telah berkembang pesat membuat kemajuan tersendiri dalam dunia penyebaran informasi dalam bentuk media cetak.
B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian
a)      Percetakan
Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak.[2] Percetakan yang dimaksud di sini ialah sebuah percetakan untuk mememproduksi hasil terbitan media massa.
b)      Pers
Secara etimologis, kata Pers (Belanda), atau Press (inggris), atau presse (prancis), berasal dari bahasa latin, perssare dari kata premere, yang berarti “Tekan” atau “Cetak”, definisi terminologisnya adalah “media massa cetak” atau “media cetak”.[3]
Sementara pengertian pers secara umum adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
Dalam makalah ini, pers yang dimaksud adalah pers cetak, yaitu media massa cetak yang sering disebut koran.
2.      Peran Percetakan
a)      Peran Secara Umum 
Buku, surat kabar, majalah, poster, spanduk, baliho, kartu nama, map, dan stiker adalah semua yang berhubungan dengan percetakan. Begitu pentingnya peran percetakan, sehingga dapat menghasilkan output-output tersebut.
              Sejak ditemukan pertama kali oleh Johannes Guttenberg sekitar tahun 1454, mesin cetak menjadi sesuatu yang vital. Penemuannya diikuti oleh munculnya Injil Gutteenberg. Seiring dengan kemajuan zaman, mesin cetak mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Jerman menjadi motor utama dalam perkembangan mesin cetak.           
 Sementara itu, teknologi Jepang muncul sebagai pesaing utama teknologi Jerman. Bisnis percetakan di Indonesia sendiri, bukan lah hal yang baru. Usaha percetakan telah menjamur di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Hal ini sebanding dengan kebutuhan yang ada akan percetakan. Begitu banyak perusahaan percetakan yang berangkat dari skala besar sampai perusahaan dengan skala kecil. Bahkan, untuk berberapa media massa tertentu, percetakan menjadi entitas bisnis sendiri dalam perusahaannya.[4]
b)      Peran Percetakan dalam Perusahaan Penerbitan Pers
Bisnis penerbitan pers pada prinsipnya merupakan perpaduan dari tiga bidang kegiatan, yaitu bidang redaksional, percetakan, dan bidang usaha. Ketiga bidang itu dalam melaksanakan kegiatannya, saling terkait dan terikat pada penyelesaian pekerjaan masing-masing sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.
Dalam perusahaan penerbitan pers, percetakan menjadi bagian terpenting pada penerbitan pers, tapi tidak mutlak harus ada. Penerbitan pers bisa mencetak pada perusahaan lainnya. Tapi ada juga perusahaan penerbitan pers yang memiliki mesin-mesin cetak sendiri dan bahkan melayani perncetakan pers lainnya.
Jika percetakan melayani perusahaan penerbitan pers lain, mereka melakukannya secara penuh berdasarkan bisnis dan orientasi profit. Tapi kalau mereka melayani penerbitan pers nya sendiri, perhitungan bisnisnya dilakukan bersama dengan perusahaan penerbitan pers sebagai manajemen induknya.[5]
3.      Manajemen Percetakan dalam Penerbitan Pers
Percetakan yang menyatu dengan perusahaan penerbitan ataupun yang terpisah, memiliki manajemen tersendiri. Besarnya tugas dalam mencetak secara massal memerlukan sistem tersendiri dalam bidang percetakan ini. Misalnya struktur organisasi, sistem kerja, dan tugasnya.
a)      Struktur Organisasi Bidang Percetakan[6]
Dalam manajemen percetakan, pemimpin percetakan dibantu oleh dua manajer; manajer produksi dan manajer administrasi. Manajer produksi membawahi tiga bidang, yaitu bidang pracetak, bidang cetak dan perawatan. Sedangkan manajer administrasi membawahi bidang administrasi keuangan dan administrasi umum/personalia.
b)      Pembagian Tugas Setiap Bagian
i.                    Pimpinan Percetakan
Pimpinan percetakan memiliki tanggungjawab dalam hal perencanaan, pengorganisasian, kontroling, serta evaluasi terhadap proses pecetakan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Dengan hasil yang sempurna, maka akan mendukung kemajuan bidang atau perusahaan percetakan tersebut.
Selain tenggungjawab tersebut, pimpinan memiliki tugas untuk koordinasi tiap unit termasuk mengontrol dua bagian di bawahnya, yaitu manajer produksi dan keuangan. Dua bagian ini juga pada intinya memiliki peran yang sama terhadap unit di bawahnya berupa kontroling, manajemen, dan koordinasi.[7]
ii.                  Bidang Pracetak
Di bidang ini merupakan kumpulan bagian yang bekerja antara redaksi dan percetakan. Tugasnya membuat film dan plate cetak. Film dibuat dalam dua bagian yaitu positif dan negatif. Film positif adalah film warna putih tulisan hitam sedangkan film negatif adalah film hitam dengan tulisan putih. Film inilah yang kemudian diserahkan kepada bagian plate untuk dibuatkan master cetak berupa plate baja untuk diputar pada mesin cetak. Master cetak dari plate baja inilah yang akhirnya dipasang pada mesin cetak besar, untuk diputar pada kertas roll.
iii.                Bidang Cetak
Bidang cetak (printing) adalah bagian mencetak penerbitan baik untuk koran maupun majalah. Bidang cetak umumnya ditangani dua bagian, yaitu operator cetak dan bagian pengepakan hasil penerbitan.
iv.                Bidang Perawatan
Bidang perawatan (maintanance) tugasnya merawat mesin. Perawatan ini penting untuk menjaga kualitas percetakan.
v.                  Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan pada bidang cetak adalah bagian yang mengurusi persoalan keuangan. Misalnya, bagian kasir tugasnya menerima uang hasil dari menarik ongkos cetak, mengatur pembelian bahan baku percetakan seperti kertas, tinta, film, dan obat-obatan untuk reproduksi. Bagian inilah yang akhirnya menghitung untung dan rugi perusahaan percetakan.
vi.                Bagian Administrasi Umum Dan Personalia
Tugasnya yaitu mengatur tenaga kerja (sumber daya manusia), mengurusi gaji dan kesejahteraan karyawan, keamanan kerja, serta pemeliharaan gedung.[8]
4.      Proses Percetakan
Sebelum produk percetakan siap dipasarkan atau diperlihatkan, produk tersebut harus melalui rangkaian tahapan yang termasuk di dalamnya typesetting, persiapan seni gambar (art work preparation), pemasangan gambar (image assembly), platemaking, dan operasi penyelesaian (finishing operation).[9]
a)      Typesetting
Setiap karakter yang dicetak diciptakan dari type. Setiap karakter huruf cetak mewakili satu huruf, nomor, atau tanda baca. Typesetting adalah tahap pertama dalam proses percetakan. Inilah metode di mana kata-kata (disebut salinan) diubah menjadi corak yang sesuai untuk proses percetakan.
Pada phototypestting, setiap karakter typeset diciptakan dari master image dari karakter tersebut. Master image disimpan baik secara fotografis maupun sebagai informasi digital didalam komputer.
b)      Image Assembly (Pengaturan gambar)
Saat huruf cetak telah siap, maka akan dikombinasikan dengan ilustrasi dan kemudian diletakkan pada posisinya di halaman. Proses ini disebut layout. Film dari huruf cetak dikombinasikan dengan film dari ilustrasi didalam proses yang dinamakan stripping. Kombinasi akhir setiap film dari setiap halaman digunakan untuk platemaking.
Satu plat percetakan biasanya mengandung beberapa image dari berbagai halaman berbeda. Film-film final dari semua halaman diposisikan diatas plat sehingga halaman-halaman tersebut berada dalam urutan yang benar setelah lembaran cetakan dicetak dan dilipat. Proses ini disebut sebagai imposition stripping.
c)      Platemaking (Pembuatan Plat)
Setelah semua lembaran salinan typeset dan artwork telah dipasang menjadi layouts, proof dibuat untuk memastikan semua bagian dan warna ada dalam tempat yang sesuai. Proof memberikan kesempatan pada pelanggan untuk menilai adanya kesalahan dan untuk melihat bagaimana hasil cetakan akan terlihat nantinya.
Akhirnya, layout yang dikoreksi (flats) digunakan untuk membuat plat darimana gambar akan dicetak. Plat ini dibuat dari substansi keras seperti logam, karet, atau plastik. Gambar yang hendak dicetak ditransfer ke plat sekaligus dengan cara yang berbeda-beda. Gambar akan tercetak ketika plat yang telah ditintai menekan kertas atau material lain.
d)     Pencetakan
Saat plat percetakan telah dibuat, plat akan diletakkan pada mesin yang dinamakan presses yang digunakan untuk mencetak pada kertas atau material lainnya. Mesin percetakan melakukan beberapa fungsi otomatis: Presses menintakan plat; meletakkan kertas atau bahan lain ke plat: mencetak image dengan mentransfer tinta dari plat ke kertas atau material lain; dan melekatkan bagian-bagian yang tercetak. Beberapa presses, disebut perfecting presses, mampu memcetak kedua sisi kertas pada saat yang bersamaan. .[10]
e)      Penyelesaian dan Penjilidan
Setelah material selesai dicetak, material biasanya melewati operasi akhir untuk menjadi produk yang telah selesai. Dalam penyelesaian (finishing) dilakukan pengepakan koran dengan sistem hitung massal. Mesin sudah memiringkan satu koran di setiap 25 koran yang telah di cetak, sehingga bagian pengepakan lebih mudah menghitung. Kemudian setelah selesai, koran siap didistribusikan kepada masyarakat.[11]
5.      Sistem Percetakan Koran Kompas (Contoh Kasus)
Harian Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG).
a)      Oplah dan Pembaca
Kompas mulai terbit pada tanggal 28 Juni 1965 berkantor di Jakarta Pusat dengan tiras 4.800 eksemplar. Sejak tahun 1969, Kompas merajai penjualan surat kabar secara nasional. Pada tahun 2004, tiras hariannya mencapai 530.000 eksemplar, khusus untuk edisi Minggunya malah mencapai 610.000 eksemplar. Pembaca koran ini mencapai 2,25 juta orang di seluruh Indonesia.
Saat ini (2011), Harian Kompas Cetak (bukan versi digital) memiliki sirkulasi oplah rata-rata 500.000 eksemplar per hari, dengan rata-rata jumlah pembaca mencapai 1.850.000 orang per hari yang terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan oplah rata-rata 500 ribu eksemplar setiap hari dan mencapai 600 ribu eksemplar untuk edisi Minggu , Kompas tidak hanya merupakan koran dengan oplah (sirkulasi) terbesar di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Untuk memastikan akuntabilitas distribusi harian Kompas, Koran Kompas menggunakan jasa ABC (Audit Bureau of Circulations) untuk melakukan audit semenjak tahun 1976.
Berdasarkan hasil survey pembaca tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari kalangan (Strata Ekonomi dan Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin dari latar belakang pendidikan dan kondisi keuangan.[12]
b)      Pencetakan
Pada awalnya harian Kompas dicetak di percetakan PT Keng Po. Seiring perkembangan oplah yang semakin meningkat, dan agar dapat menjamin Kompas dapat terbit pagi hari, dipandang perlu memiliki usaha percetakan sendiri. Pada tahun 1971 perusahaan mendirikan Percetakan Gramedia (PT. Gramedia Printing) di Jalan Palmerah Selatan, yang mulai beroperasi pada bulan Agustus 1972, dan diresmikan pada tanggal 25 November 1972 oleh Ali Sadikin, selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu. Dalam perkembangannya, pada tahun 1997 dibangunlah sistem cetak jarak jauh (remote printing) sebagai terobosan baru teknologi percetakan untuk mempercepat distribusi koran harian KOMPAS di daerah.
Di PT Gramedia printing percetakan menggunakan metode percetakan secara langsung (direct printing)[13]sebagai solusi untuk mencapai target cetak dalam jumlah maksimal dan memenuhi waktu target surat kabar.
Pengertian cetak secara langsung (direct printing) adalah pencetakan yang tintanya langsung dialihkan dari plate/acuan cetak ke bahan cetak/kertas. Sehingga jika image atau teks dari acuan cetak langsung dipindahkan dipindahkan ke atas bahan cetak maka posisi image atau teks tersebut harus terbalik dari aslinya (tidak terbaca), agar saat image berpindah ke bahan cetak image menjadi terbaca.[14]
c)      Percetakan (cetak) jarak jauh
Sebagai Koran yang memposisikan diri sebagai koran nasional, Kompas menggunakan fasiltas percetakan jarak jauh untuk memproduksi koran harian dan melakukan distribusi dari banyak lokasi. Pada awal berdirinya, Kompas hanya dicetak di Jakarta dan setiap hari melakukan pengiriman koran menggunakan berbagai sarana transportasi (roda empat, roda dua, dan pesawat) ke barbagai wilayah tujuan di Indonesia. Seiring dengan tuntutan jam kedatangan yang semakin pagi oleh pembaca dan pelanggannya, maka Kompas juga di cetak di berbagai wilayah selain Jakarta.[15]

C.     PENUTUP
Adanya percetakan mempermudah produksi bacaan dan informasi pers cetak secara massal. Sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas di berbagai daerah. Produk redaksional yang bermanfaat tidak akan dirasakan oleh banyak orang tanpa adanya perkembangan pesat dalam bidang percetakan. Selain itu, teknologi percetakan yang saat ini semakin canggih memungkinkan perbanyakan produksi surat kabar dilakukan dengan cepat dan tepat waktu sesuai jadwal distribusinya.  
Namun demikian, memiliki percetakan sendiri bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan oleh sebuah perusahaan penerbitan. Misalnya dikarenakan berbagai kendala seperti dibutuhkannya modal yang relatif sangat besar, karana teknologi percetakan sangat mahal, perusahaan masih tergolong baru, dan sebaginya. Oleh karena itu, tidak semua penerbitan memiliki percetakan sendiri.











DAFTAR PUSTAKA
Abdulkarim, Aim, Kewarganegaraan, Grafindo, Bandung: 2007. 
Albatch, Philip G. dan Teferra, Damtew, Bunga Rampai Penerbitan dan Pembangunan, Grasindo, Jakarta: 2000.
Djuroto, Totok, Manajemen Penerbitan Pers, Rosda, Bandung:  2004.
Enterprise, Jubilee, Digital Illustrasion, Elex Media Komputindo, Jakarta: 2005.
George, Scheder, Perihal Cetak Mencetak, Kanisius, Jogjakarta: 1977.
Mcgrath, Alister E. Sejarah Pemikiran Reformasi, Gunung Mulia, Jakarta: 2006.




[1] Philip G. Albatch & Damtew Teferra, Bunga Rampai Penerbitan dan Pembangunan, Grasindo, Jakarta: 2000. Hal. xi
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Percetakan, diunduh pada hari Rabu, 1 Mei 2013, pukul 17.30 WIB.
[3] Aim Abdulkarim, Kewarganegaraan, Grafindo, Bandung, 2007. Hal. 4
[4] Alister E. Mcgrath, Sejarah Pemikiran Reformasi, Gunung Mulia, Jakarta: 2006. Hal. 15-16.
[5] Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers, Rosda, Bandung:  2004. Hal. 45
[6] Ibid. Hal. 46
[7] http://id.scribd.com/doc/77597202/STRUKTUR-ORGANISASI-PERCETAKAN, diunduh pada hari Rabu, 1 Mei 2013, pukul 17.30 WIB.
[8] Ibid. Hal. 47-48
[9] Jubilee Enterprise, Digital Illustrasion, Elex Media Komputindo, Jakarta: 2005. Hal. 205-207.
[10] Scheder George, Perihal Cetak Mencetak, Kanisius, Jogjakarta: 1977. Hal. 106-108.
[11] Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers, Rosda, Bandung:  2004. Hal. 47.
[12] Dikutip dari Angket pembaca KOMPAS, 2008 di http://www.kompasiklan.com/profil
[13] Metode percetakan lainnya yaitu pencetakan tidak langsung (indirect printing). Perbedaannya indirect printing mengalihkan tinta terlebih dahulu dari acuan cetak ke kain karet, kemudian baru dialihkan ke bahan cetak. Lihat: Scheder George, Ibid. Hal. 55
[14] Sentot Widiatno, Jurnal Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti dalam http://www.id.scribd.com diunduh pada hari Kamis, 2 Mei 2013, pukul 00:27 WIB.
[15] http://id.wikipedia.org/wiki/Kompas_%28surat_kabar%29. Diunduh pada hari Kamis, 2 Mei 2013, pukul 19.00 WIB.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com