Inspirasi Karir: 7 Cara Paling Tepat untuk Menjadi Seorang Penulis Buku

menulis buku, tips menulis buku, tips menjadi penulis buku
menulis buku
Inspirasi Karir: 7 Cara Paling Tepat untuk Menjadi Seorang Penulis Buku
Buat Sobat yang ingin menjadi penulis buku, saya coba berikan tips untuk menjadi seorang penulis buku. Dalam posting ini, saya uraikan bagaimana supaya menjadi seorang penulis buku dan langkah yang mesti ditempuh hingga buku yang ditulis itu terbit. Apa sajakah? 

1. Mulai dari Hobi
Suatu karir akan menyenangkan jika dijalani karena suka. Rasa suka dan senang menjalaninya akan membuat kita bersemangat untuk berjuang mencapai puncak tertinggi dari apa yang kita jalani. Begitu juga dalam menulis, bagaimana kita akan mencapai kepuasan dan kseksesan apabila tidak ada unsur berupa hobi. Yang saya maksud dengan hobi adalah terus-menerus dijalani, senang menekuninya, dan ada perjuangan di dalamnya. Dengan begitu kemampuan menulis akan lebih terasah dan menjadi profesional dalam bidang ini. 

Jika menulis karena hobi dan ada gairah menjalaniya, maka inspirasi akan lebih banyak kita dapatkan, dan halangan rintanganpun terasa berupa tantangan, bukan masalah yang menghancurkan tekad kita untk menjadi seorang penulis. Jadi, sukailah dulu yaa Sobat... biar menjalaninya pun senang dan semangat lebih besar. 

2. Mulai dari Karya Kecil
Hal yang kecil di sini berarti menulis tulisan yang pendek, sederhana, dan mudah, misalnya menulisopini di media massa, menulis cerpen di media massa sekolah/kampus, menulis di blog, dan
sebaginya. Jangan dulu melangkah kepada menulis buku, jika belum melalui tahap tersebut. Itu sih pendapat saya, Sobat... karena biasanya dari hal-hal tadi, kita akan tahu danmengerti beberapa hal, diantaranya: mengetahui teknik menulis yang benar menurut tata bahasa, mengetahui kemampuan kita dalam suatu bidang tulisan. Apakah bidang Sobat itu menulis ilmiah, puisi, opini, cerita fiksi, cerpen, atau yang lainnya. Kemudian kita akan mengetahui kecenderungan segmen tulisan kita. Contohnya Sobat lebih senang menulis untuk anak muda, untuk muslim/muslimah, untuk Ibu Rumah Tangga, dan sebagainya.

Nah, setelah mengetahui beberapa hal di atas, maka kemampuan Sobat sudah siap untuk menulis yang lebih berbobot yaitu buku. Meskipun sebenarnya, pasti ada yang langsung menulis buku tanpa melalui tahap ini, namun jika Sobat masih berat untuk menulis buku, saya sarankan melalui langkah di poin 2 ini dulu. 

3. Tentukan Kategori Tulisan
Setelah melalui tahap tadi, saya kira Sobat sudah kenal dengan kemampuan dan kecenderungan Sobat. Kategori tulisannya apa yang ingin sobat kembangkan. Apakah ingin menjadi penulis novel, kupulan cerpen, buku ilmiah, buku tutorial, atau buku pengembangan diri? Tidak perlu salah satu saja, banyak kok penulis yang bertalenta menulis buku apa saja. Selain penulis novel, ia juga penulis buku imiah, misalnya. Sebenarnya semua tergantung talenta dan passion kita. 

Selain menentukan kategori tulisan, tentukan pula yang lebih spesifik yaitu segmen pembaca. Apakah remaja, dewasa, kaum akademis, atau anak-anak. Novel anak muda tentunya kita akan memilih bahasa ppuler dan gaul, sedangkan untuk novel dewasa kita akan memilih bahasa yang sesuai dengan usia dewasa.

4. Menulis Sesuai Kemampuan
Tentunya bahasa yang kita gunakan itu selain menyesuaikan pembaca, juga disesuaikan dengan kemampuan kita. Maka dari itu biasanya penulis akan menyasar segmen yang sesuai usia dan segala hal yang sesuai dengan penulis. Misalnya akan sangat sulit bagi anak gaul, menulis novel di dunia pesantren, akan sulit pula menulis tulisan berlatar kota Prancis, padahal penulis belum pernah ke Prancis. Maka dari itu menulislah sesuai apa yang Sobat kuasai, pasti hasilnya pun lebih maksimal. 

5. Mulai Menulis
Mulailah menulis! Mengalirlah menulis apapun yang ada di pikiran. Meskipun banyak terdapat kesalahan, jika kita mempraktekan apa yang ingin kita jalani, maka pelajaran akan lebih banyak kita dapatkan. Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman akan kita dapatkan apabila kita menjalankan segala mimpi kita dengan aksi nyata, bukan sekedar rencana yang hebat. Begitu pula dengan menulis, semakin banyak kita menulis semakin baik kualitas tulisan kita, dan semakin paham cara dan jalan untuk membuat tulisan yang lebih baik lagi. Jadi, do it now! 

6. Belajar Lebih Serius
Jangan lupa belajar juga yaa Sobat. Tidak hanya mengandalkan pengalaman diri sendiri, ada baiknya bahkan lebih bagus lagi kita belajar dari orang lain, terutama yang lebih baik dari kita. Pengalaman orang lain akan memotong proses membuat kesalahan, dan memberikan inspirasi yang membangun. Belajar bisa dilakukan dengan membaca karya orang lain, meminta orang lain menilai karya kita, atau membaca inspirasi menulis dari berbagai bacaan seperti internet, buku-buku, dan sebaginya. 

Selain itu, jika perlu ambilah spesialis menulis. Misalnya mengenyam pendidikan formal jurusan sastra, kursus menulis, atau jika Sobat seorang siswa/mahasiawa bergabunglah di forum/komunitas/atau Unit Kegiatan Mahasiswa yang kegiatannya mengasah kamampuan menulis. Ingat proses yang kita jalani secara terus menerus akan mengantarkan kita pada apa yang sesuai dengan proses kita. 

7. Tahap Penulisan Buku
Terakhir, ikutilah tahapan penulisan buku berikut ini:
a. Tentukan Judul Buku
Ambil satu contoh saja jika kecenderngan sobat adalah menulis buku pengembangan jiwa. Langkah yang harus diambil adalah menentukan judul buku. Judul hendaknya menarik perhatian pembaca. Di antara begitu banyak buku lain, tentu pembaca akan tertarik dengan buku yang mengundang perhatian, bukan? contohnya judul buku “Kunci Bahagia? Bersyukurlah” lebih menarik ketimabang judul, “Bersyukur Akan Mendatangkan Kebahagiaan”. Itu sekedar contoh saja, Sobat... Silahkan membuat karya Sobat lebih menarik di mata pembaca yaa...
b. Memperbanyak Wawasan
Berbobot tidaknya tlisan kita akan ditentukan oleh wawasan kita. Penulis yang memiliki wawasan luas akan membuat pembaca merasa ‘mendapatkan sesuatu’ dari tulisan kita. Bukan tidak mungkin pembaca akan merindukan tulisan kita yang lainnya jika apa yang disajikan menarik bagi pembaca.
c. Menulis
Mulailah tulis apa yang tersirat di benak Sobat. Sebaiknya jangan dulu meghiraukan tata bahasa atau kalimat yang tepat saat ide sedang mengalir. Karena biasanya ada jeda sedikikit saja ide tersebut bisa hilang. Penataan kalimat atau kata biarlah kita lakukan setelah selesai menuangkan ide dalam bentuk tulisan tadi. Seandainya ide muncul saat tidak memungkinkan untuk menulis, maka catat saja ide tersebut secara singkat pada secarik kertas, handphone, atau media lainnya.
d. Menyunting
Jika tulisan sudah selesai, atau dalam kondisi jeda (ide sedang berhenti), maka saatnya proses penyuntingan atau pengeditan. Perbaiki kerancuan kata, kalimat, ataupun susunan kalimat. Periksa pula jika ada kesalahan penggunaan istilah, pengetikan. Selain itu, pada tahap ini bisa memperbaiki bahasa yang tadinya kurang menarik menjadi lebih menarik.
e. Ajukan ke Penerbit
Setelah selesai semua, saatnya mengajukan tulisan ke penerbit. Tahap yang satu ini memanglah tidak mudah, apalagi jika kita penulis pemula. Penerbit akan lebih mengutamakan penulis yang sudah ‘punya nama’, ketimbang penulis yang belum dikenal namanya. 

Oleh sebab itu para pemula biasanya melakukan self publishing, atau menerbitkan sendiri tulisannya tentunya dengan biaya percetakan sendiri. Cara ini tentu membutuhkan biaya yang lumayan besar. Misalnya mencetak buku dalam jumlah tertentu dan membayar percetakannya, atau memiliki fasilitas percetakan sendiri dan nama percetakan sendiri. Tentu modalnya jauh lebih besar lagi. Oleh karena itu ada pula mereka yang lebih memilih POD atau Print on Demand atau mencetak buku ketika ada pesanan. Namun buku yang diterbitkan dengan cara ini tidak menjual bukunya di toko-toko buku, namun menggunakan toko online, dan akan mencetaknya ketika ada orang yang memesan.
“Bagitu bayak ilmu dan ide saya yang hilang seiring berjalannya waktu, karena saya tidak menulisnya.” (by: sebelasmeter.com)

Artikel Terkait

Komentar