Makalah ALIANSI STRATEGIS PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN NASIONAL

ALIANSI STRATEGIS PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN NASIONAL
Mata Kuliah         : Kesejahteraan Sosial
Dosen Pengampu : Asyhabuddin, S.S., M.A.
Disusun Oleh :
1. Galih Agus Kholik 102311030
2. Irfani Fathunnajah 102311046
3. Evi Hidayatullaeli 102311036
4. Izah Masfufah 102311032
5. Tanto 102311029
6. Faik Munaji 102311047

A. PENDAHULUAN
Pada saat ini dunia sedang didominasi oleh pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ini membuat antara negara satu dengan negara lain seakan tak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu sebuah negara akan dapat saling mempengaruhi satu sama lain, terutama di bidang politik yang berlandaskan ketertiban dunia, bidang ekonomi, dan yang sangat kuat adalah sosial budaya. Timbulnya banyak masalah pembangunan pada sebuah negara didominasi oleh pengaruh negara maju yang kuat dalam bidang ekonomi dan iptek atas negara berkembang.
Pada zaman ini kemajuan teknologi komunikasi, informasi, serta industrialisasi membawa banyak perubahan sosial budaya yang sangat luar biasa sebagai tantangan dalam kehidupan kebangsaan.Lebih dasarnya efek dari globalisasi yang menjurus pada modernisasi akan lebih dalam mempengaruhi moralitas masyarakat. Hal inilah yang sangat menentukan seberapa kuat masyarakat dalam lingkungan negara dalam menghadapi perubahan sosial dunia saaat ini. Sebuah negara yang sedang berkembang seperti Indonesia efek globalisasi akan menjadi lingkaran setan bagi moral masyarakatnya jika rakyat Indonesia lengah sedikit saja. Pembangunan Indonesia saat ini dapat dikategorikan gagal karena terjebak dalam lingkaran seta globalisasi. Dan sangat disayangkan kegagalan itu berakar dari sistem pemerintahan yang banyak ditemukan kekeliruan. Banyak pengamat sosial menilai bahwa kebijakan pemerintah sejak orde baru yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi untuk kemajuan negara itu tidak tepat sasaran.
Perekonomian Indonesia buktinya sampai pada saat ini sangat rapuh walaupun dinilai ada
peningkatan dibeberapa titik, namun tak dapat berarti untuk kondisi kesejahteraan sosial masyarakat. Strategi untuk pengembangan masyarakat akan menjadi kekuatan yang dapat memberdayakan masyarakat yang terpuruk karena hak-haknya sebagai warga tak dapat dirasakan dengan utuh. Sudah waktunya masyarakat dikuatkan agar tidak terlalu tergantung dengan kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian
Aliansi (alliance) atau ‘persekutuan’ dapat diartikan sebagai kumpulan perseorangan kelompok atau organisasi yang memiliki sumberdaya (sarana, prasarana, dana, keahlian, akses, pengaruh, informasi) yang bersedia dan kemudian terlibat aktif mengambil peran atau menjalankan fungsi dan tugas tertentu dalam suatu rangkaian kegiatan yang terpadu. Sedangakan Aliansi strategis menunjuk pada ‘sekutu dekat’ atau ‘lingkat inti’. Mereka tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Garis Depan yang bertugas sebagai penggagas, pemarkasa, pendiri, penggerak utama, sekaligus penentu dan pengendali arah kebijakan dari sebuah aliansi.
Pengertiaan Kesejahteraan sosial sebagai suatu aktivitas biasanya disebut sebagai usaha kesejahteraan sosial (UKS). Dalam skala dan perspektif makro, UKS ini pada intinya menunjuk pada apa yang di Tanah Air dikenal dengan nama pembangunan kesejahteraan sosial (PKS).Konsep mengani pembangunan kesejahteraan sosial merupakan istilah khas di Indonesia. Di negara-negara lain seperti AS, Selandia Baru, Inggris atau Australia, konsep mengenai social welfare development kurang dikenal. Dalam benak publik di negara-negara tersebuat istlah welfare (kesejahteraan) sudah mencakup makna UKS atau PKS.
Pembangunan sosial sebagai suatu proses perubahan sosial terencana yang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dimana pembangunan dilakukan saling melengkapi proses pembangunan ekonomi. Edi Suharto mengartikan Pembangunan Sosial sebagai pendekatan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan manusia secara paripurna, yakni memenuhi kebutuhan manusia yang terentang mulai dari kebutuhan fisik sampai sosial. Secara kontekstual pembangunan sosial lebih berorientasi pada prinsip keadilan sosial ketimbang pertumbuhan ekonomi. Ada tiga dimensi dalam pembangunan sosial menurut Edi Suharto yang memuat komitmen tegas dan kuat mengenai perlungay penanganan segera terhadap penyebab utama dan penyebab struktural terjadinnya masalah sosial yang dikemas dalam tiga agenda besar :
a. Pengentasan kemiskinan,
b. Perluasan kerja produktif dan pengurangan pengangguran dan
c. Peningkatab integrasi sosial.
2. Tugas Aliansi Strategis
a) Menganalisis isyu-isyu strategis yang berkaitan dengan permasalahan dalam konteks global dan nasional. Isyu-isyu strategis ini secara berkala dianalisis dan kemudian ditetapkan satu isyu yang akan dijadikan rencana aksi. Sedikitnya ada beberapa karakteristik berkenaan dengan isyu-isyu strategis:
a. Isu tersebut bersifat aktual (sedang menjadi perhatian publik).
b. Sejalan dengan prioritas atau tingkat urgensi kepentingan publik.
c. Sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sejalan dengan visi serta agenda perubahan sosial.
d. Mempertimbangkan kemungkinan keberhasilan. Dapatkah isu tersebut direspon melalui aliansi?
e. Isu tersebut relevan dengan pekerjaan dan misi organisasi yang menjadi anggota aliansi.
b) Merumuskan grand design dan grand strategy program-program pemberdayaan keluarga.
Parameter yang dapat digunakan dalam membuat desain dan strategi besar program dapat mengacu pada prinsip SMART yang secara harafiah bisa diartikan sebagai CERDAS. SMART merupakan akronim dari:
a. Specific (khusus dan terfokus).
b. Measurable (terukur).
c. Achievable (dapat dicapai).
d. Realistic (sesuai dengan sumber dan kemampuan yang ada).
e. Time-bound (memiliki batasan waktu yang jelas).
c) Melakukan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan publik pada tingkat makro. Advokasi dapat dilakukan baik terhadap kebijakan yang dianggap menunjang maupun menghambat proses pemberdayaan keluarga.
a. Advokasi adalah upaya untuk mempengaruhi kebijakan publik melalui berbagai bentuk komunikasi persuasif.
b. Advokasi berkaitan dengan strategi memenangkan argumen dan mengubah perilaku.
c. Advokasi adalah sebuah proses yang melibatkan seperangkat tindakan politis yang dilakukan oleh warga negara yang terorganisir untuk mentransformasikan hubungan-hubungan kekuasaan.
d. Tujuan advokasi adalah untuk mencapai perubahan kebijakan tertentu yang bermanfaat bagi penduduk yang terlibat dalam proses tersebut.
e. Advokasi yang efektif dilakukan sesuai dengan rencana stategis dan dalam kerangka waktu yang masuk akal
Mengacu pada pelaksanaan tugas aliansi, maka model aliansi pemberdayaan keluarga dapat digambarkan sebagai berikut:





Komentar