Contoh Naskah Drama Komedi

Naskah Drama Singkat
Mbah Surti Mencari Jarum

contoh naskah drama, naskah drama komedi, cerita komedi, cerita lucu, cerita jenaka, contoh teks drama komedi, contoh naskah drama singkat, gambar drama komedi
Oleh: 
Aji Wahyu Pratama
Dania Angsar Praditya
Iim Rohimah
Mukaromah
Novi Ade Saputra

Scene 1
Di halaman sebuah rumah, seorang nenek bernama Mbah Surti nampak sedang mencari sesuatu dengan tekun. Saat iitu hari dudah gelap. Halaman hanya diterangi lampu teras yang cahayanya redup. Itu membuat Mbah Surti lebih kesulitan dalam pencarian benda yang masih misterius itu. Beliu begitu nampak kebingungan dan berusaha keras mencari dan terus mencari. Mulai dari teras, rerumputan halaman, pot tanaman, sampai ke selokan! Wahhhh.....

Di tengah pencariannya itu, datanglah dua orang anak muda yang ternyata adalah cucu si Mbah.
Namanya Meriki dan Mlebu. Dengan tanda tanya di kepala dua cucu si Mbah, mereka pun bertanya pada Mbah Surti, “Mbah, lagi cari apa thooo???”. Beliau menjawab dengan nada lelah, “Aduuuhhh... ini lho Ki, Bu... mbah lagi mencari jarum. Dari tadi ko ga ketemu ketemu... haduuuhhh!!” Simbah masih melengos kana kiri sambil terus mencari. Meriki dan Mlebu saling bertatapan, menyiratkan rasa kasihan sekaligus bingung dan saling bertatapan. “Ooo...” kata Simbah Surti, sambil mengacungkan jarinya, Beliau tergopoh-gopoh menghampiri dua cucunya. “Meriki sama Mlebu, mau bantu Mbah...?” Serta-merta mereka mengangguk dan mengiyakan, “Nggih....nggih Mbah....”.

Scene 2
Mbah Surti dan kedua cucunya mencari jarum. Setelah lama mencari, tiba-tiba Meriki mengeluh, “Aduh Mbaaahhh, harus cari sampai kapan niki....jarum kan cilik banget mbah... ketemunya juga susah banget..”. Dari balik pot bunga, Mlebu juga menyahu, “Iya nih Mbah.. apa ga ada jarum serep, gitu di rumah?? Atau beli lagi aja... Mriki karo Mlebu mau beliin dari warung sekarang”. 

Tiba-tiba Mbah Surti nampak sedih, dan semakin sedih. “hiks...hiks...huaaaa...itu ...itu bukan ja..ja.. jarum biasa... itu jarum pemberian Kakek kalian..” Mbah surti menata emosinya, “se..sebelum Kakek meninggal”. Simbah malah menangis makin keras dan tersedu sedan. Lalu menangis sejadinya, dan mengguling-gulingkan diri diatas rumput. “Hhaaaaaaaaa...Huuuu..........” Meriki dan Mlebu nampak sangat bingung dan serba salah. “Harus ketemuuuu....cari lagiiii.” Teriak Simbah di tengah-tengah tangisannya. Merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. 

Meriki dan Mlebu tergopoh memungut tubuh ringkih nenek tercintanya itu. “Ayo Mbah...bengun... Iyaa...Iyaaa... kita cari lagi yuuu...” Melebu menyahut, “Iya Mbah,,, pasti ketemu”... Eh tapi tunggu’, kata Melebu menghentikan langkah Simbah dan Meriki. “Coba Mbah ceritakan bagaimana jarum Simbah bisa hilang? Supaya kita bisa tahu dan jelas harus cari sebelah mana.” Tutur Melebu dengan nada dewasa.
Simbah Surti pun menghela nafas, siap untuk menceritakan kronologis alias riwayat kehilangan jarum jahitnya itu. “Begini...” Simbah memulai. “Tadi itu, Simbah lagi menjahit di ruang tamu. Lalu jarumya jatuh, akhirnya Simbah cari-cari sampai sejauh ini, tapi..tapi..tidak ketemu juga.” Meriki dan Melebu nampak bigung, “Jadi, di mana jarumnya jatuh, Mbah?”, Tanya Meriki. “Yaa.. di ruang tamu.. kan tadi Simbah sudah bilang”, jawab Simbah Surti dengan sedikit sewot.

“Lho..Lho... kok Mbah cari di halaman rumah??”, Meriki makin heran, Mlebu juga tampak super bingung, “Heem Mbah!!!”. Simbah menjawab lagi, “Lha... tadi itu pas jatuh, lampu ruang tamu mati, jadi Simbah cari di halaman, kan di halaman lampunya nyala.. jarumnya pasti bisa kelihatan kalau di tempat yang terang..”..”Betul tho???” “Simbah boten salah tho???”.

Meriki dan Mlebu: ??##$%#?

****** The End ******


Komentar