Publik Relation Sebagai Komunikator Organisasi

Makalah Publik Relation 
Oleh Rizki Hana Laraswati 
 
PENDAHULUAN
Di era globalisisai dan informasi dewasa ini, tidak perlu diragukan lagi mengenai pentingnya peran Public Relations (PR) bagi dunia bisnis bagi perusahaan profit-oriented maupun nonprofit. Supaya tidak ragu-ragu lagi, DR.Rex F. harlow menyatakan bahwa definisi karja PR adalah sebagai berikut : “PR adalah fungsi manajemen yang mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerja sama, melibatkan manajemen dalam permasalahan : membantu memberikan penerangan dan tanggapan dalam hubungan dengan opini public : menetapkan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan umum: menopang manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai system peringatan dalam membantu mendahului kecenderungan, dan menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana umum”.

Bila memperhatikan definisi tersebut secara seksama, jelaslah bahwa kegiatan PR tidak perlu ditakuti atau dikhawatiirkan pihak manajemen, para pimpinan, bahwa PR adalah pesaing. Para praktisi PR dinegara maju meyakini pentingnya kegiatan professional seorang PR dalam organisassi atauperusahaan karena justru kegiatan itu sejalan dan saling mendukung dan menyempurnakan manajemen dalam organisasi atau perusahaan, terutama apabila oganisasi atau perusahaan ingin berkembang maju. Sekarang puluhan ribu PRO telah bergabung dalam IPRA.

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Public Relation : “seni dan ilmu pengetahuan sosial yang dapat dipergunakan untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekuensi-konsekuensinnya, menasehati para pemimpin organisasi,
dan melaksanakan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani, baik untuk kepentingan organisasi maupun kepentingan publik atau umum” (menurut pakar PR dari Negara-negara maju). atau dikatakan bahwa PR diharapkan dapat mejadi “mata” dan “telinga” serta “tangan kanan” top manajemen dalam organisasi atau lembaga.

Sedangkan menurut ONONG UCHJANA EFFENDY: Humas atau PR adalah komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerja sama dan pemenuhan kepentingan bersama.

Komunikasi Organisasi : “perilaku pengorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang sedang terjadi.

B. PUBLIK RELATIONS DAN PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI
PR sangat erat hubungannnya dengan perkembangan sosial, ekonomi, maupun politik yang muncul di Negara tempat organisasi atau perusahaan berada. PR dalam organisasi atau perusahaan muncul karena alasan atau hal-hal sebagai berikut :
1. Adanya kebutuhan memperbaiki hubungan baik dengan publik sehingga terdapat saling pengertian, publik bias mengerti bagaimana organisasi tersebut, publik bisa lebih mengenal dan lebih jelas, muncul saling mempercayai demi keuntungan kedua belah pihak, membawa kemajuan, kontiunitas organisasi, dan kebutuhan publik.
2. Adannya keinginan untuk semakin bersikap terbuka terhadap publik dengan menggunakan komunikasi dua arah. Juga dengan menciptakan opini publik yang sangat diperlukan untuk mengembangkan dan kelangsungan organisasi atau perusahaan.
3. Adannya kebutuhan untuk semakin memasyarakat yang merupakan proses mencapai kemenangan dalam mempengaruhi hal-hal penting bagi kepentingan umum sehingga membuat publik semakin mengenal organisasi atau perusahaan dengan lebih baik, dan publik semakin terbuka mengenai kebutuhan, keinginan, dan keluhan.
4. Adanya kebutuhan untuk berkomunikasi dua arah dalam menghadapi permasalahan sosial yang kompleks, dan semakin berkembang. Untuk itu, dibutuhkan hubungan sosial yang sehat dan etis.
Lalu PR dapat berkembang dalam organisasi karena hal-hal berikut :
1. Perkembangan media massa pesat, sedangkan komunikasi berbentuk apapun dalam organisasi tetap sentral dalam kegiatan PR.
2. Adannya sikap dan perilaku yang jujur menuju adannya saling pengertian, saling menghormati, dan saling mempercayai.
3. Adannya citra organisasi yang jelas, baik, dan benar yang perlu dikomunnikasikan akan sangat menguntungkan kedua belah pihak.
4. Diperlukan pengetahuan jurnalistik, promosi yang professional tidak bisa dihindari karena justru dari situlah banyak input masuk.
Supaya lebih jelas marilah kita tinjau fungsi utama PR menurut Anne van der Meiden dijelskan sebagai berikut :
1. Menumbuhkan, mengembangkan hubungan baik antara organisasi / perusahaan dengan publiknya baik internal maupun eksternal.
2. Menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi, dan meningkatkan partisipasi publik.
3. Menciptakan opini publik yang menguntungkan organisasi atau perusahaan dan publik.

C. RUANG LINGKUP PR DALAM SEBUAH ORGANISASI.
Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Adalah publik yang menjadi bagian dari unit atau badan atau perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.
Membina hubungan keluar (public eksternal)
Adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnnnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilinnya.

D. KEDUDUKAN PR DALAM ORGANISASI
Menurut pengalaman para ahli, yang paling tepat PR harus diposisikan secara langsung berdekatan dengan manajemen. Jadi, menjadi staf manajemen puncak. Hal ini sesuai dengan fungsi manajemen di dalam organisasi. PR harus terletak pada garis lini manajemen tersebut. Untuk lebih jelannya lihat skema struktur dalam organisasi.

Skema ini menunjukan bahwa komunikasi PR akan menemukan titik temu pada peraturan organisasi dengan kebijakan fungsi PR.
Keberhasilan PR tidak lepas dari peranan individu yang terlibat di dalamnnya. Oleh karena itu, persyaratan mental harus kita pegang teguh. Persyaratan mental tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut : kejujuran, integritas, loyalitas.
PR tidak mempunyai tujuan lain kecuali membantu pencapaian tujuan organisasi yang bersangkutan. 

E. PERAN PR DALAM SUATU ORGANISASI
Di bagi dalam empat kategori (Dozies dan Broom, 1995) :
1. Penasehat Ahli
Seorang praktisi pakar PR relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinnggi dapat membantu mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah hubungan dengan publiknnya (Public Relationship) .
2. Fasilitator Komunikator
Dalam hal ini, praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknnya. Terbangunlah komunikasi timbal balik.
3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah.
Peran praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan PR ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
4. Teknisi Komunikasi
PR sebagai juralis yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi.

PENUTUP
Komunikasi dalam PR merupakan titik sentral. Dalam setiap proses komunikasi, hubungan kemanusiaan merupakan proses yang menyangkut kepibadian, sikap dan tingkah laku yang terjadi pada orang-orang yang terlibat, terutama untuk member motivasi kerja, bertanggung jawab, dan produktif.

Komunikasi timbale balik memiliki peranan yang sangat penting didalam pergaulan mausia, sedangkan kommunikasi interpersonal sangat menentukan keberhasilan komunikasi timbale balik dalam PR. Dua aspek PR yang melekat dan hakiki :Pertama, sasara PR adalah publik internal dan publik eksternal, kedua komunikasi dalam kegiatan PR dua arah, berarti dalam penyampaiannnya harus terjadi umpan balik dan opini publik sebagai efeknya.

Sikap yang baik dan etis kepada sesame teman dan terhadap setiap orang akan meninggalkan dan memperlancar kerja sama, saling menerima dan saling mempercayai. Keterbukaan dan disiplin menjadi budaya yang harus ditekuni secara bersama-sama.

PR bukan bagian dari marketing, meainkan member pelayanan kepada bidang marketing dan memberikan jasannya kepada organisasi. Promosi merupakan pelayanan khusus yang dijiwai dengan fungsi dan falsafah PR, secara langsung dan tidak langsung dalam membantu marketing-nya secara preventif ataupun kreatif demi kepentingan dan keuntungan semua pihak.

Komentar