<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iimrohimah --> <ins class="adsbygoogle" style="display:inline-block;width:468px;height:60px" data-ad-client="ca-pub-4533907847127524" data-ad-slot="6841261291"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Kamis, 01 November 2012

Manfaatkan Media Massa Kampus


Secara teoretis, usia 18 tahun ke atas yang merupakan usia mahasiswa adalah standarisasi kedewasaan. Artinya, di usia ini manusia sudah bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Namun praktiknya kemampuan membedakan tersebut tidak selalu berbuah pada prilaku.  Faktor lingkungan dan pengalaman seseorang dapat mempengaruhi tindakan-tindakan yang tidak didasari pertimbangan baik ataupun buruk, tetapi hanya sekedar ingin melakukannya atau dorongan-dorongan lingkungan sekitar.
Misalnya pemakaian  rok mini di kampus,  biasanya dilandasi doronganmode semata tanpa menghiraukan batasan etika dan moral. Padahal lebih jauhnya pakaian yang seperti ini menjadi awal terjadinya tindakan-tindakan asusila. Oleh karena itu, sangat baik bila kampus memiliki batasan tersendiri dalam berbusana, karena prilaku mahasiswa sangat plural. Jadi cara berbusana yang menyimpang itu harus dikendalikan oleh sistem. 
Cara penegakan aturan itu bisa dilakukan dengan memasang banner besar di area kampus yang sering dilewati mahasiswa, atau dibincangkan melalui radio kampus, dalam  buletin kampus, dan media massa kampus lainnya. Karena di kampus penulis sendiri, cara tersebut terbukti efektif. Alasannya mehasiswa menjadi rikuh sendiri bila melanggar apa yang sudah gencar dipublikasikan di media massa kampus, karena apa yang dinyatakan dalam media tersebut langsung disulap menjadi popularitas.
 Larangan memakai celana ketat bagi mahasiswi yang tadinya begitu marak, setelah dilakukan cara diatas, penulis tak menemukan ada mahasiswi yang memakai celana ketat lagi. Kalaupun ada satu atau dua orang masih melanggar, minimal busana yang dianggap menyimpang itu tidak marak dan tak lagi menjadi wajah  kampus.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com