Kurang Selektif


Sebenarnya tugas-tugas kuliah tak pernah lepas dari tugas menulis. Kebanyakan pengajar menugaskan mahasiswanya untuk membuat makalah, artikel, ataupun paper dalam mata kuliahnya. Hal tersebut sebenarnya sudah cukup untuk menanamkan budaya menulis di kalangan mahasiswa.
            Hanya saja persoalnnya terletak pada kurang selektif dan ketatnya dosen pengampu mata kuliah dalam memerikasa validitas tulisan mahasiswa. Biasanya dosen hanya sebatas menekankan untuk menunjukan sumber ide tulisan dari adanya footnote, atau banyaknya daftar pustaka.
            Pasalnya  saat ini informasi dan referensi begitu mudah didapat, terutama dari internet. Hanya dengan menuliskan beberapa kata kunci, materi yang diinginkan pun bisa didapatkan. Mahasiswa dengan mudah akan memperoleh bahan tulisan hanya dengan copy paste teks sekaligus buku referensi yang sudah ditautkan dari makalah lain yang ia temui di dunia maya.
            Akhirnya tulisan mahasiswa hanya berupa tempel-tempelan yang disambung sedemikian rupa tanpa harus berpikir keras merangkai kata dalam tulisannya. Karena dibiarkan, maka prinsip mahasiswa menjadi asal gugur kewajiban semata. Dampaknya kebiasaan pragmatis  ini menjadi
kenyamanan dan membuat mahasiswa tak lagi mengutamakan sejauh mana kualitasnya dalam menulis.
            Karena itulah sangat penting bagi para pengajar untuk lebih selektif dan ketat dalam memerikasa tulisan mahasiswa, terutama tentang validitas referensi dan penguasaan mahasiswa terhadap isi tulisannya.
-->


-->

Komentar