Kehidupan Malam Mahasiswa: Harus Pandai Membentegi Diri

Sensasi yang ada dalam kehidupan malam memang unik dan menarik. Baik bagi anak-anak, orang tua, remaja, termasuk bagi mahasiswa. Namun hal yang sering terdengar dari kehidupan malam, adalah imej negatifnya. Mereka yang terjun ke dunia malam jadi mengenal berbagai obat-obatan terlarang, minuman berakohol, bahkan yang paling parah adalah seks bebas. Tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan pergaulan malam sebagai sarana mencari uang, seperti menjadi pekerja seks komersial (PSK) yang dijalani remaja putri.

Sebagai seorang mahasiswa, memang memiliki siklus kehidupan yang banyak. Ada saatnya kuliah,

hidup di kost, menjalani kegiatan ekstra kampus, dan refreshing dengan teman-teman. Refreshing
yang rutin dijalani ialah nongkrong di malam hari, dan terjun di dunia malam. Namun, selaku mahasiswa tak boleh menyepelekan dimensi pergaulan. Karena mahasiswa umumya merupakan kaula muda yang masih labil. Mereka mudah terbawa arus, walaupun arus itu mengarah ke hal-hal negatif.

Mahasiswa yang terjerumus dalam lingkungan dan pergaulan yang berdampak negatif menjadikan mahasiswa tersebut bertindak semaunya tanpa ada rasa tangung jawab pada diri sendiri dan orang tua.

Padahal seorang mahasiswa dikenal oleh masyarakat sebagai kaum intelektual yang terdidik secara akademis dan terlatih kepekaan sosialnya melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Selain itu, kampus dikenal sebagai menara gading, sumber rujukan intelektual berbagai bidang karena kampus adalah medium penyemai intelek dan kader pimpinan bangsa.Oleh karena itu, mahasiswa harus lebih pandai membentengi diri dari pergaulan dan lingkungan yang salah, sehingga ingat kembali tanggung jawab sebagai mahasiswa.