Baru ! Beasiswa Bank Indonesia 2016 untuk Mahasiswa IAIN Purwokerto

Beasiswa Bank Indonesia (BI) telah dibuka tahun 2016 ini untuk 40 orang mahasiswa IAI Purwokerto. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 9 – 19 Februari 2016. Kuota yag terbatas ini dikususkan untuk mahasiswa berprestasi dari segi akademik yang memiliki IPK minimal 3,25.

Tips memulai Usaha Tanpa Modal

Seringkali jika modal minim, kita cenderung mundur dan menjadikan itu alasan untuk tidak melanjutkan niat untuk berwirausaha. Padahal, usaha tidak selalu harus memiliki modal besar.

Alamat Email Koran Untuk Mengirim Opini

Bagi Anda yang ingin mengirim tulisan Artikel/Opini ke media massa, berikut adalah alamat email media massa.

Business Plan Toko Online Kain Kiloan

Toko online kain kiloan kini banyak dilirik. Jual beli merupakan mata pencaharian yang tidak ada matinya dalam ekonomi masyarakat. Secara keseluruhan aktivias bisnis selalu mengandalkan jual beli. Bisnis apapun tidak terlepas dari kegiatan

Baru ! Beasiswa Bank Indonesia 2016 untuk Mahasiswa IAIN Purwokerto

Beasiswa Bank Indonesia (BI) telah dibuka tahun 2016 ini untuk 40 orang mahasiswa IAI Purwokerto. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 9 – 19 Februari 2016. Kuota yag terbatas ini dikususkan untuk mahasiswa berprestasi dari segi akademik yang memiliki IPK minimal 3,25.

Minggu, 30 Oktober 2016

Bermain Asik di Balai Kemambang Purwokerto

Taman kota baru yang unik dengan kolam iklannya Balai Kemambang, tidak pernah sepi pengunjung. Rupanya tempat ini menjadi sasaran bagi keluarga untuk bermain bersama dan menghibur anak-anak mereka. Lokasi taman yang dibuka sekitar dua tahun lalu ini langsung saja menjadi tempat berlibur dan belajar bagi taman kanak kanak (TK) yang ingin proses belajar mengajar tidak monoton.






Bagaimana tidak, taman Balai Kemambang Purwokerto termasuk memiliki kriteria taman ideal bagi keluarga dan tempat bermain anak-anak. Ada wahana bermain sederhana sejenis prosotan, terowongan, jembatan khusus bermain. Ada pula mainan mobil-mobilan, motor-motoran, di lapangan khusus, dan ayunan. Yang paling spesial di tempat ini adalah kolam ikannya. Ada pakan ikan yang dijual di sana seharga 1000 rupiah per bungkus dan anak bisa memberi makan ikan-ikan yang lucu dan mengemaskan. Sering anak-anak tertawa riang saat pakan ikan diserbu ikan-ikan warna kuning, oranye, hitam, berukuran besar. Sesekali ikan-ikan itu bertumpuk berebut makanan hingga menciptakan air ke anak.

Bukan hanya itu, taman ini tentunya dilengkapi gazebo dan tower yang biasanya disinggahi para remaja yang bergerombol bersama teman-temannya. Sesekali nampak pula ada muda mudik berpasangan duduk di kursi taman. Rupanya taman ini digemari berbagai kalangan.

Bicara soal biaya, cukup sediakan uang Rp.  25.000 biasanya sudah bisa untuk bermain di sana.  Untuk tiket masuk, di taman Balai Kemambang Purwokerto ini tergolong sangat murah. Dewasa membayar 2.500 rupiah per orang sedangkan anak-anak 1.500 rupiah per anak. Biasanya tidak lengkap kalau tanpa membeli pakan ikan. 2000 dapat dua bungkus, cukup memuaskan anak memberi makan ikan di sana. Jika sedang ada mainan mobil-mobilan dan motor-motoran, nambah lagi 10.000 untuk main selama 10 menit. Cukup puas biasanya anak main selama itu. Dengan memberi makan ikan,  main outbond sederhana, keliling taman, dan main mobil-mobilan, cukup lah. Biasanya anak sudah siapun diajak pulang. Jangan lupa bayaar parkir sepeda motor 2000 rupiah. Lalu sedia juga kalau kalau anaak minta jajan di luar taman. Hehehehe

Nah, Taman Balai Kemambang Purwokerto ini tepatnya berada di Jalan Karang Kobar No.9, Bancarkembar, Purwokerto Utara, Bancarkembar, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53115
Nah, selamat berlibur yaa Sobat..


Minggu, 23 Oktober 2016

Weekend di Gilda Game Tamara Plaza

Buat bikin anak gembira tidak harus mahal mahal. Sebagai orang yang berdomisili di Purwokerto, saya biasanya memilih Gilda Game di Tamara Plaza (dulunya Sri Ratu). Tempatnya bisa bikin anak jadi ceria. Di sini ada prosotan, mandi bola, terowongan mainan, game-game virtual, tempat karaoke, dan lain lain.
Saat anak saya masuk lokasi, biasanya langsung berlari menyerbu tempat mandi bola dan merambah mainan lainnya sesuka hati. Saya cukup mengawasi saja. Tinggal duduk lesehan di atas karpet plastik, yg terhampar luas di arena mandi bola dan mainan lainnya yg berada di satu tempat. Sesekali anak dihampiri tentunya, jika aktivitas anak mulai menghawatirkan.






Ah, senang rasanya melihat dia gembira dan ceria. Bisa refreshing seblum besok senin kambali bersekolah di TK. Aktivitas belajarnya cukup padat untuk anak usia 4 tahun kurang 2 bulan. Sekolah dari senin sampai sabtu tentu saja membutuhkan hiburan. Syukurlah dia terhibur diajak maib di Gilda Game Tamara Plaza.

Selain wahana permainannya banyak, harganya juga terjangkau. Saya rasa lebih murah daripada TimeZone lain.
Wahana mandi bola dan lainnya yg berada di satu tempat cuma membayar 10 ribu. Yah lainnya seperti game virtual dll dibayar dgn membeli koin seharga 1500 rupaiah per koinnya. Satu koin untuk sekali main.

Lumayan banget kaan? Murah tapi fasilitasnya memuaskan. Saya bisa masuk permainan bersama suami dgn bayar untuk satu orang anak saja. Ibaratnya orang tua cuma pemantau anak masing masing. Tidak perlu bayar.

Tempatnya nyaman. Orang tua bisa mudah mengawasi anaaknya dan bisa duduk lesehan tanpa ada rasa tidak enak sama penjaga. Hehehe... Nyaman dengan sejuknya AC dan deru musik memenuhi ruangan menambah keceriaan. Pokoknya nyaman dan tidak membosankan. Dan yg paling penting setiap saatnya tidak khawatir akan menghabiskan pengeluaran besar tak terduga. Karena biasanya anak minta main ini itu tanpa terasa pengeluarannya di luar rencana kita.

Kalau Anda mau coba, buat yg blm tau, mungkin pendatang baru di Purwokerto, bisa lanngsung capcus aja ke Tamara Plaza (dulunya Sri Ratu) lantai 2 di jln. Jendral Sudirman Purwokerto Barat, Banyumas.

Sabtu, 10 September 2016

TAYANGAN MISTIK DAN HOROR DI TELEVISI DALAM PERSEPEKTIF REGULASI, AGAMA, DAN BUDAYA
Oleh:
Iim Rohimah (1522604004)
Musalim Ridlo (1522604005)
Mahasiswa Program Pascasarjana, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,
IAIN Purwokerto angkatan 2015.


A. PENDAHULUAN
Acara televisi tidak pernah sepi dari tanyangan mistik dan horor. Meskipun saat ini secara kunatitas sudah berkurang, namun acara berbau mistis dan horor masih eksis. Tahun 1990-an acara mistik ini begitu menjamur di layak kaca. Misalnya saja sinetron Tuyul dan Mbak Yul, Jin dan Jun, Dendam Nyi Pelet, dan film-film hantu yang secara fulgar menayangkan kengerian dan hal-hal menjijikan. Jika pemirsa masih ingat, film-film tersebut tayang tanpa sensor dengan waktu siar yang tidak teratur, sehingga dapat ditonton oleh semua pemirasa termasuk anak-anak dan remaja.
Berangsur-angsur tayangan-tayangan tersebut menyusut, hingga tinggal satu dua saja yang tayang di sembarang waktu, itupun mendapat penolakan dari masyarakat yang kemudian ditanggapi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Misalnya Bioskop Indonesia Premiere yang yang tayang pukul 13.00 WIB menjadi pukul 24.00 WIB. Begitu juga dengan cara-acara berbau mistik lainnya banyak yang ditayangkan sesuai jam seharusnya, yaitu di jam dewasa.
Namun, perkembangan ini tidak serta merta berjalan sempurna. Meskipun ada KPI dan regulasinya, namun budaya masyarakat dan kegilaan media terhadap rating memicu munculnya tayangan-tayangan berbau mistis dan horor ini. Acara mistik dan horor ini meskipun menimbulkan rasa takut, justru menciptakan rasa ketagihan bagi pemirsa. Terbukti dengan banyaknya penggemar film horor dan rating yang tinggi pada tayangan berbau mistik dan horor di televisi.
Budaya mistis yang telah mengakar di masyarakat, juga membuat acara berbau mistis dan horor akan tetap di gemari dan menggoda ideologi kapitalis pemilik media. Masyarakat yang masih irasional ini kemudian diekploitasi atau dimanfaatkan media untuk memvisualisasikan mistisisme ini melalui tayangan. Maka, tidak heran jika akhir-akhir ini muncul sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) yang meskipun pada saat kemunculannya menuai banyak protes dari masyarakat serta dinobatkan di berbagai media sebagai sonetron tidak layak tonton. Akan tetapi, kenyataannya sinetron ini disahkan menjadi sinetron dengan rating tertinggi. Bahkan para pemainnya menjadi idola kaum remaja. Sinetron ini selain mengandung unsur kekerasan, juga menampilkan cerita tidak masuk akal di mana ada manusia yang sejatinya vampir dan manusia serigala. Hal ini bagi anak-anak dan remaja bisa menimbulkan identifikasi diri mereka menjadi manusia vampir atau manusia serigala. Sebagaimana dalam penelitian Aep Wahyudin, bahwa anak-anak yang secara intens menonton sinetron GGS ini ternyata meniru adegan-adegan perkelahian dalam sinetron tersebut.
Selain GGS, ada juga sinetron Tujuh Manusia Harimau dan Tujuh Manusia Harimau New Generation yang menceritakan manusia yang dapat berubah wujud menjadi harimau. Sinetron ini dikatakan sebagai adaptasi dari legenda di Indonesia. Namun meskipun begitu, tetap saja sinetron ini mengandung unsur mistis yang dapat meninabobokan pecinta sinetron dalam hayalan. Bahkan pada golongan penonton tertentu seperti anak-anak, akan memebuat mereka percaya adanya manusia yang dapat berubah wujud menjadi harimau. Akhirnya apa yang ada dalam sinetron dapat menjadi bahan identivikasi bagi anak-anak. Selain itu juga menggiring kemampuan berpikir anak-anak yang berharga ke arah yang irasional. Hal inilah yang perlu diwaspadai dari dampak sinetron-sinetron mistik tersebut.
Berbagai tayangan tidak mendidik dan membahayakan moral dan mental anak dan remaja ini perlu pengkajian lebih komprehensif. Artinya saat merasakan ada keganjilan dalam acara atau tayangan di media, perlu sekiranya mencoba melihat dari berbagai perspektif supaya masalah kerancuan dalam tayangan televisi yang dirasa ganjil ini lebih jelas duduk permasalahannya. Tidak hanya mengira-ngira dari sudut pandang yang subjektif. Bisa jadi tayangan tersebut masih dalam kategori layak tonton. Oleh karena itu, penulis ingin melihat tayangan-tayangan tersebut dalam persepektif regulasi, agama, dan budaya.
B. PEMBAHASAN
a. Fenomena Tayangan Mistik dan Horor di Televisi
Tayangan mistik dalam Burhan Burgin adalah sebuah konstruksi sosial sutradara-sutradara film mistik terhadap bentuk-bentuk “kengerian” pada objek-objek cerita yang penuh dengan upaya konstruksi. Adapun konsep-konsep tayangan mistik (misteri) yang ditonton pemirsa televisi dapat dikategorikan dalam beberapa bentuk yaitu:
1. Mistik-semi sains
Yaitu film-film mistik yang berhubungan dengan fiksi ilmiah. Tayangan ini bertutur tentang berbagai macam bentuk misteri yang ada hubungan dengan ilmiah, walaupun sebenarnya kadang irasional namun secara ilmiah mengandung kemungkinan kebenaran. Seperti contoh: tayangan pertunjukan Deddy Combuzzer, dan sebagainya.
2. Mistik fiksi
Yaitu film mistik hiburan yang tidak masuk akal, bersifat fiksi, atau hanya sebuah fiksi yang difilmkan untuk menciptakan dan menyajikan misteri, suasana mencekam, kengerian pada pemirsa. Seperti Misteri Gunung Merapi, Harry Potter, dan sebagainya.
3. Mistik-horor
Yaitu film mistik yang lebih banyak mengeksploitasi dunia lain seperti hubungannya dengan jin, setan, santet, kekeuatan-kekuatan supranatural seseorang, kematian tidak wajar, balas dendam, penyiksaan, dan sebagainya. Tujuan dari tayangan ini untuk menciptakan suasana mencekam dan horor bagi pemirsa. Seperti Kismis (Kisah-Kisah Misteri), Bioskop TransTv, Masih Dunia Lain, dan lain-lain.
Fenomena tontonan mistik dan horor itu sendiri memang menakutkan bagi pemirsa, namun juga disukai. Kegandrungan masyarakat terhadap film-film hantu bukan masalah kepercayaan mereka terhadap makhluk-makhluk gaib, melainkan telah mereduksi kepercayaan masyarakat tentang alam gaib yang berisi makhluk-makhluk yang menakutkan.
Ketakutan manusia terhadap mistik adalah sebuah fenomena sains dan pengetahuan yang belum dapat menjelasakan objek-objek mistik itu sendiri dan bagaimana ia menjelaskannya dengan menggunakan bahasa rasional. Sebaliknya ketakutan itu sendiri adalah konstruksi sosial masyarakat terhadap sesuatu yang “berbahaya” dalam hidup seseorang. Jadi, seseorang sebenarnya tidak akan takut terhadap objek mistik apabila hal itu tidak dikonstruksikan sebagai sesuatu yang membahayakan hidup, menyeramkan, dan menjijikan. Namun justru itulah yang membuat tayangan mistik dan horor begitu digemari.
Banyak faktor mengapa tontonan seperti ini begitu disukai, sebagaimana dilansir dalam kompas.com. Misalnya menurut Jeffrey Goldstein editor buku Why We Watch dan profesor psikologi sosial dari Universitas Utrecht, Belanda, bahwa orang menonton film hantu karena mereka memang ingin ditakut-takuti. Jika tidak, mereka takkan melakukannya untuk yang kedua kali. Jika orang ingin pergi menonton film horor, itu karena mereka ingin merasakan efeknya. Sementara menurut pendapat David Rudd, dekan College of Social and Behavioral Science, orang menyukai ketakutan dan berusaha mencari ketakutan lewat film horor karena mereka tahu bahaya yang mereka rasakan palsu. Mereka tahu benar bahwa sebenarnya mereka baik-baik saja. Kesadaran itu mengusir rasa takut dan bahkan membuat mereka gembira.
Sedangkan para peneliti di University of Augsburg di Jerman dan di University of Wisconsin-Madison mendapatkan kesimpulan dari penelitian mereka bahwa orang cenderung menonton film horor jika dirasa bermanfaat dalam menghadapi situasi kehidupan nyata. Penggambaran kekerasan dalam film horor yang dianggap bermakna dapat memupuk empati kepada para korban, kekaguman atas tindakan yang berani dan nilai moral ketika menghadapi kekerasan atau refleksi diri yang berkaitan dengan stimulus kekerasan. Selaian itu, pada penelitian mereka sebelumnya menemukan bahwa para penonton sebenarnya tidak tertarik pada film horor karena unsur kekerasan di dalamnya, tapi lebih tertarik karena sensasi dan ketegangan di dalamnya.
Melihat hal tersebut, pantaslah jika tayangan mistik dan horor masih eksis di layar kaca. Potensi rating dan pemasukan bersamaan dengan selera masyarakat ini tentu tidak disia-siakan oleh produser TV. Lihat saja misalnya di layar kaca Indonesia masih ada Bioskop Trans TV, Masih Dunia Lain, Bioskop Indonesia Premiere, dan lain-lain. Bioskon Indonesia Premiere memang menayangkan film-film hantu yang mana hantu tersebut bergentayangan dan mengusik bahkan membahayakan orang yang masih hidup. Hantu tersebut juga bisa membunuh, tidak hanya menakuti. Meskipun begitu, acara ini yang dulunya tayang di sianghari pukul 12.00 telah dipindahkan menjadi pukul 00.00 tengah malam, sehingga jauh dari tontonan anak-anak dan remaja.
Ada juga reality show yang di dalamnya ada usaha kontak dengang makhluk gaib. Di sini ada mediator (manusia) yang siap dirasuki makhluk astral dan nantinya berdialog dengan presenter dan orang pintar. Selain itu, ada pula acara yang secara sengaja mencari penampakan hantu seperti pocong, dan sebagainya. Untungnya acara ini juga masuk dalam waktu tayang orang dewasa, sehingga kemungkinan besar penontonnya adalah orang dewasa yang siap menonton acara tersebut.
b. Tayangan Mistik dan Horor dalam Perspektif Regulasi
Program siaran telah ditentukan dan diatur dalam P3 SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) tahun 2012 dengan Nomor 01/P/KPI/03/2012. Menurut P3 SPS, adegan mistik dan supranatural adalah gambar atau rangkaian gambar dan/ atau suara yang menampilkan dunia gaib, paranormal, klenik, praktek spiritual magis, mistik atau kontak dengan makhluk halus secara verbal dan/atau nonverbal.
Tayangan mistik dan horor ini bukan tidak boleh ada dalam layar kaca Indonesia, namun ada batasan-batasan yang harus dipenuhi oleh lembaga penyiaran atau dalam hal ini televisi yang bersangkutan. Beberapa hal yang telah diatur dalam P3 SPS ini antara lain:
Pasal 30
(1) Program siaran yang mengandung muatan mistik, horor, dan/atau supranatural dilarang menampilkan hal-hal sebagai berikut:
a. mayat bangkit dari kubur;
b. mayat dikerubungi hewan;
c. mayat/siluman/hantu yang berdarah-darah;
d. mayat/siluman/hantu dengan pancaindera yang tidak lengkap dan kondisi mengerikan;
e. orang sakti makan sesuatu yang tidak lazim, seperti: benda tajam, binatang, batu, dan/atau tanah;
f. memotong anggota tubuh, seperti: lidah, tangan, kepala, dan lain-lain; dan/atau
g. menusukkan dan/atau memasukkan benda ke anggota tubuh, seperti: senjata tajam, jarum, paku, dan/atau benang.
(2) Program siaran yang bermuatan mistik, horor, dan/atau supranatural yang merupakan bagian dari pertunjukan seni dan budaya asli suku/ etnik bangsa Indonesia dikecualikan dari ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf e, huruf f, dan huruf g, dan hanya dapat disiarkan pada klasifikasi D, pukul 22.00-03.00 waktu setempat.
Pasal 31
Program siaran yang menampilkan muatan mistik, horor, dan/atau supranatural dilarang melakukan rekayasa seolah-olah sebagai peristiwa sebenarnya kecuali dinyatakan secara tegas sebagai reka adegan atau fiksi.
Pasal 32
Program siaran yang menampilkan muatan mistik, horor, dan/atau supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian khalayak dikategorikan sebagai siaran klasifikasi D, dan hanya dapat disiarkan pada pukul 22.00-03.00 waktu setempat.
Adapun Sanksi dan Penanggungjawaban bila ada pelanggaran, juga ada ketentuannya. Hal ini tertuang dalam Bab 30 mengenai Sanksi Dan Penanggungjawab Pasal 75 yaitu:
(1) Program siaran yang terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Standar Program Siaran dijatuhkan sanksi administratif oleh KPI.
(2) Sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) di atas dapat berupa:
a. teguran tertulis;
b. penghentian sementara mata acara yang bermasalah setelah melalui tahap tertentu;
c. pembatasan durasi dan waktu siaran;
d. denda administratif;
e. pembekuan kegiatan siaran untuk waktu tertentu;
f. tidak diberi perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran; atau
g. pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran.

c. Tayangan Mistik dan Horor dalam Perspektif Agama
Kepercayaan pada hal yang magis sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Cirinya pada zaman dahulu masyarakat mengkultuskan para raja karena dianggap titisan Dewa. Bahkan hingga kini sebagaimana dikatakan Muchtar Lubis, masyarakat masih percaya hal-hal ghaib dalam arti pada benda-benda keramat seperti keris pusaka, sumur keramat Wali Songo, kramat pada tongkat Soekarno, dan lain sebagainya. Muchtar Lubis menganggap realitas tersebut sebagai ciri khas yang sudah melekat di sebagian besar masyarakat. Sulit menghapusnya, karena hal ini sudah berlangsung dari zaman pra sejarah sampai sekarang. Penanaman nilai-nilai tersebut juga terus dilakukan, terutama dari generasi ke generasi penerusnya.
Pada konteks inilah kita dapat melihat kedekatan masyarakat terhadap hal-hal mistik dan mengandung nilai magis merupakan perjalanan sejarah yang terus berlanjut sampai sekarang. Masuknya nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat menciptakan nuansa tersendiri yang kemudian membungkus hal-hal mistik tersebut dalam sampul agama. Hal ini terjadi dalam tayangan media massa khususnya televisi di mana ada ritual mistik dan penelusuran tempat-tempat gentayangan menjadi komoditi yang punya nilai jual tinggi. Di satu sisi, hal ini menunjukkan kreativitas siaran yang selalu berorientasi profit, namun di sisi lain dapat memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal dan mistis sehingga berpotensi besar memberi jarak terhadap keyakinan pada Tuhan.
Melihat fenomena tayangan mistik dan horor di layar kaca Indonesia ini, tentu bukan sekedar menyalahkan kapitalisme media, namun juga ada budaya masyarakat yang menarik produser televisi untuk membuat acara tersebut. Sehingga sebuah genre menjadi tarikan magnet tersendiri bagi media massa, dalam hal ini mistisisme. Meskipun begitu, media massa yang memiliki kekuatan luar biasa ini hendaknya meminimalisir target profit dan lebih mempertimbangkan efek tayangan yang disuguhkan kepada masyarakat.
Islam sendiri memang mengakui adanya makhluk gaib, sesuatu yang mistis dan transendental. Bahkan tertuang dalam rukun iman yaitu percaya kepada para malaikat dan kepada qadha dan qadar. Keduanya merupakan pengakuan kepercayaan kepada sesuatu yang gaib. Dalam al-qur’an sendiri disebutnkan mengenai jin, setan, dan iblis sebagai jenis-jenis makhluk ciptaan Allah SWT. Perihal kahadiran makhluk gaib tersebut bahkan tidak perlu disangsikan lagi. Al-qur’an Surat Ad-Dzaiyat /51 : 56 menyebutkan, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
Penegasan tersebut serta ketentuan dalam rukun iman mengisyaratkan kepada manusia bahwa mangakui adanya makhluk ghaib adalah wujud dari pengakuan terhadap kebesaran Tuhan. Keyakinan manusia terhadap makhluk tersebut adalah bukti keimanan. Selanjutnya perilaku yang wajar dalam melihat adanya makhluk gaib adalah dengan menempatkannya sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, bukan diposisikan sebagai makhluk eksklusif yang ditakuti.
Al-qur’an juga mengakui adanya golongan jin yang memang kerjanya mengganggu dan mengajak manusia mengingkari perintah Allah SWT. Iblis selalu merongrong manusia, kecuali mereka yang beriman dan menaati perintah Allah dalam Surat Shad ayat 82 dan 83 yaitu, “Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, (82) Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka (83)”. Artinya makhluk gaib sendiri terdiri dari makhluk yang patuh dan taat terhadap Allah dan makhluk yang memang membangkang. Pengakuan seperti inilah yang mesti disadari oleh manusia, sehingga bisa menempatkan makhluk gaib dalam posisi yang sebenarnya, sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Kaitannya dengan hal tersebut, tayangan di media massa seringkali memberikan gambaran bahwa ada komunikasi antara roh orang yang sudah meninggal dengan orang yang masih hidup. Bahkan seringkali dalam film-film horor digambarkan roh atau hantu kemudian melakukan balas dendam terhadap manusia yang masih hidup. Islam memandang hal ini sebagai pemahaman yang keliru, karena di dalam al-qur’an sendiri ditegaskan tentang terputusnya hubungan manusia dengan dunia ketika ruh telah dicabut (kematian). Al-qur’an tidak mengakui adanya mayat yang hidup kembali, ruh gentayangan, genderewo, hantu, pocong, dan sebagainya. Kalaupun terjadi kesurupan, kuburan yang terbelah, penampakan pada tempat-tempat tertentu, benda mati yang bisa bergerak, maka hal itu adalah ulah setan dan iblis, bukan karena sebab lainnya.
Kenyataan tesebut di ataslah yang semestinya dipahamkan oleh media, bukan justru mengeksplorasi ketakutan akan hantu, penampakan, dan lain sebagainya. Sehingga keberadaan makhluk gaib sebagai makhluk sesama ciptaan Allah yang tidak perlu ditakuti dan memahaminya sebatas untuk mentadaburi kebesaran Allah yang ciptaannya tidak terbatas.
d. Tayangan Mistik dan Horor Dilihat dalam Perspektif Budaya
Sejauh ini, aspek mistisme sering lebih dikhawatirkan dalam masalah aqidah, yaitu menyekutukan Allah sebagai pencipta makhluk gaib itu sendiri. Penayangan kisah-kisah makhluk gaib sebagaimana dipaparkan oleh Heldi dan Alfitri di televisi menimbulkan sejumlah persoalan dan ancaman pada tatanan kehidupan sosial religius masyarakat. Padahal di samping persoalan tersebut, ada sejumlah permasalahan budaya yang juga ikut terancam oleh adanya kepercayaan terhadap kekuatan makhluk gaib, yaitu kemunduran dalam kebudayaan. Budaya masyarakat yang seharusnya maju dan mengedepankan rasionalitas justru malah diarahkan pada tahayul dan mistisme yang meninabobokan keterbelakangan. Sebagaimana dalam Jan Servaes dikatakan bahwa ciri-ciri masyarakat tradisional yang merupakan kebalikan dari masyarakat modern di antaranya adalah mempercayai tahayul, mistis, mitos, dan sebagainya.
Keadaan semacam ini justru menjauhkan masyarakat dari tujuan pembangunan yang positif. Tujuan pembangunan yang di antaranya menumbuhkan modernisme dengan ditandai rasionalitas dan kemajuan intelektual, terancam oleh tayangan televisi yang justru menstagnankan kembali bahkan memundurkan pemikiran masyarakat kembali ke masa tradisional. Oleh karena itu, tayangan-tayangan mistis dan horor sejauh mengancam pembangunan manusia perlu kiranya mendapat teguran.
C. PENUTUP
Media televisi yang berorientasi profit didukung oleh budaya masyarakat menjadi salah satu penyebab eksisnya tayangan-tayangan mistik dan horor yang kurang mendidik. Sejarah panjang mistisme di Indonesia turut mendukung langgengnya selera masyarakat akan acara-acara berbau alam gaib. Kita tidak dapat mengubah pemahaman masyarakat begitu saja, perlu adanya kekuatan yang memahamkan masyarakat mengenai kepercayaan yang tepat mengenai dunia gaib ini. Tugas tersebut tidak lain adalah tugas media yang harus menekankan pemahaman yang benar dalam tayangan-tayangannya, bukan justru mengikuti kepercayaan yang yang keliru selama ini. Media massa hendaknya menjadi agen perubahan yang dengan kekuatannya mampu turut serta dalam meningkatkan pembangunan negara, bukan mengejar keuntungan ekonomi semata.








DAFTAR PUSTAKA
Burgin, Burhan. 2003. Pornomedia; Konstruksi Sosial Teknologi Telematika & Penyiaran Seks di Media Massa, Jakarta: Prenada Media.

Harnowo, Putro Agus. “Kenapa Orang Suka Nonton Film Horor? Ini Sebabnya”, http://health.detik.com/read/2013/04/01/105714/2208022/763/kenapa-orang-suka-nonton-film-horor-ini-sebabnya, diakses pada tanggal 9 Juni 2016 pukul 4:00 WIB.

Lubis, Muchtar. 1977. Manusia Indonesia, Sebuah Pertanggungan Jawab (Jakarta: Idayu, 1977). Heldi dan Alfitri, “Tayangan Mistik Televisi dan Respon Kultural: Suatu Tinjauan Sosiologi Komunikasi”, Mimbar Agama dan Budaya, Vol. 23, No. 2, 2006, hlm. 196-197.

P3 SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) tahun 2012, Nomor 01/P/KPI/03/2012, hlm. 15.

Riyanto, Hendrawan. “Masyarakat dan Industri Hantu”, http://pikiran-rakyat.com

Servaes, Jan. 2008. Communication for Development and Social Change, (Los Angeles: Sage Publication.

Soebijoto, Hertanto. “Kenapa Sih Orang Suka Film Hantu?”, http://sains.kompas.com/read/2010/11/02/10373528/Kenapa.Sih.Orang.Suka.Film.Hantu, diakses pada tanggal 9 Juni 2016, pukul 4:45 WIB.

Wahyudin, Aep, “Konstruksi Makna Penonton Remaja Tentang Penayangan Adegan Kekerasan Fisik Pada Sinetron ’Ganteng-Ganteng Serigala’ Episode 281 Tahun 2015”, Jurnal Observasi, Vol. 1, th. 2015.

Wirodono, Sunardian. 2006. Matikan TV-Mu!, Yogyakarta: Resist Book.


Jumat, 05 Februari 2016

S2 Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Purwokerto

Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana telah dibuka di IAIN Purwokerto. S2 KPI telah dibuka di IAIN Purwokerto sejak tahun ajaran 2015/2016. IAIN Purwoketo (Institut Agama Islam Negeri Purwokerto) ini adalah salah satu Perguruan Tinggi Agama Negeri yang ada di Purwokerto, beralamat di Jl. Jend. Ahmad Yani, no 40 A. Purwokerto. Situs resminya http://iainpurwokerto.ac.id. Sementara untuk Pascasarjananya http://pps.iainpurwokerto.ac.id.

Program studi KPI Pascasarjana memang tergolong jarang ada di Perguruan Tinggi Agama Islam. Kini bagi Anda yang sedang berencana melanjutkan kuliah dengan program studi S2 Komunikasi Penyiaran Islam dapat mendaftar di IAIN Purwokerto. Pengajarnya merupakan doktor dan profesor dari bidang yang relevan dengan mata kuliah yang diampu.

Struktur Kurikulum
Mengacu kepada Buku Panduan Akademik Pascasarjana IAIN Purwokerto, struktur kurikulum program Magister meliputi : a) mata kuliah dasar, b) mata kuliah utama, c) mata kuliah penunjang, d) mata kuliah pilihan, e) prasyarat, f) riset, dan g) matrikulasi
Sedangkan jenis ujian untuk penyelesaian program meliputi : a) ujian mata kuliah, b) ujian proposal, c) ujian bahasa, d) ujian komprehensif, e) ujian pendahuluan, dan f) ujian tesis.

Mata Kuliah
Ini adalah daftar mata kuliah yang diajarkan di S2 KPI Pascasarjana IAIN Purwokerto.
a) Mata Kuliah Dasar
- Filsafat Ilmu (2 sks)
- Studi Islam (Metodologi Studi Islam) (2 sks)
Jumlah 4 sks

b) Mata Kuliah Utama
- Perspektif dan Teori Komunikasi Massa (3 sks)
- Paradigma dan Teori Dakwah (2 sks)
- Kajian Media (3 sks)
- Isu-Isu Dakwah Islam dan Komunikasi dalam Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadits (3 sks)
- Islam dan Broadcasting (3 sks)
- Metodologi Penelitian Komunikasi (4 sks), dibagi dua pertemuan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif
Jumlah 18 sks

c) Mata Kuliah Penunjang
- Islam, Komunikasi, dan Perubahan Sosial (3 sks)
- Media, Budaya, dan Masyarakat (3 sks)
- Psikologi Komunikasi (3 sks)
- Manajemen Media Dakwah dan Komunikasi Islam (3 sks)
Jumlah 12 sks

d) Mata Kuliah Pilihan
- Komunikasi Pemasaran Terpadu (2 sks)
- Jurnalisme Multimedia (2 sks)
- Pulic Relation (2 sks)
- Ekonomi, Politik dan Media (2 sks)
Jumlah 4 sks

e) Mata Kuliah Prasyarat
- Bahasa (TOEFL/TOAFL) (2 sks)
- Ujian Komprehensif (2 sks)
Jumlah 4 sks

f) Riset
- Pelatihan Karya Ilmiah (4 sks)
- Seminar Proposal (2 sks)
- Ujian Pendahuluan Tesis (2 sks)
- Tesis (8 sks)
Jumlah 16 sks

g) Matrikulasi
- Ilmu Komunikasi (2 sks)
- Ilmu Dakwah (2 sks)
Jumlah 4 sks

Demikian informasi tentang KPI Pascasarjana atau S2 KPI IAIN Purwokerto. Biasanya mata kuliah akan diperbaharui untuk memperbaiki kurikulum atau menyesuaikan kondisi yang ada. Melihat daftar mata kuliah S2 KPI IAIN Purwokerto ini barangkali bisa menjadi gambaran perkulihan di Pascasarjana KPI IAIN Purwokerto.
Salam Sukses!

Pendaftaran Pascasarjana IAIN Purwokerto

Pendaftaran Pascasarjana IAIN Purwokerto : Pascasarjana IAIN Purwokerto menerima pendaftaran setiap memasuki semester gasal dan genap. Jadi, calon mahasiswa baru bisa mendaftar setiap semester, yaitu bulan Juli minggu kedua sampai Agustus minggu kedua, dan Januari minggu kedua hingga Februari minggu kedua.

Program Pascasarjana IAIN Purwokerto dibuka sejak tahun 2012 dengan dua program studi yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Setelah itu IAIN Purwokerto saat ini (tahun 2016) memiliki 6 program studi, di antaranya:
1 Hukum Ekonomi Syariah (HES),
2 Pendidikan Agama Islam (PAI),
3 Manajemen Pendidikan Islam (MPI),
4 Ekonomi Syariah (ESy),
5 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan
6 Ilmu Pendidikan Dasar Islam (IPDI).

Buat Anda yang ingin menempuh program studi di atas, bisa langsung mendaftar. Pendaftaran masuk Pascasarjana IAIN Purwokerto cukup dengan membayar Rp. 375.000.-

Persyaratan Pendaftaran
1 Foto copy ijazah S1 dan transkrip nilai yang telah dilegalisir.
2 Pas foto ukuran 3 × 4 dan 2 × 3 masing-masing 2 lembar
3 Mengisi Daftar Riwayat Hidup (blangko disediakan pengelola)
4 Surat rekomendasi dari dua institusi dan/ atau orang yang memiliki kualifikasi untuk menilai kompetensi akademik calon mahasiswa yang bersangkutan.
5 Surat pernyataan sanggup membiayai kuliah selama studi (jika kuliah atas biaya sendiri).
6 Surat pernyataan dari instansi atau perorangan tentang kesanggupan membiayai kuliah selama studi (jika ditanggung oleh sponsor).
7 Surat ijin belajar dari instansi tempat bekerja (bagi yang bekerja dan atau memperoleh beasiswa).
8 Surat pernyataan sanggup mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh pengelola Program Pascasarjana STAIN Purwokerto.
9 Surat keterangan kesehatan dari dokter.
10 Rencana proposal tesis (minimal 10 halaman).

Bagi Anda yang ingin mendaftar, bisa memantau informasi pendaftaran dan info lainnya mengenai Pascasarjana IAIN Purwokerto di wesite resmi pps.iainpurwokerto.ac.id atau facebook.com/pps.iainpwt . Biasanya pendaftaran dibuka dua kali setahun, pada bulan Juli s/d Agustus dan Januari s/d Februari setiap tahun.
Kata Kunci:
pascasarjana IAIN Purwokerto, s2 IAIN Purwokerto, magister IAIN Purwokerto, s2 KPI, S2 Komunikasi Penyiaran Islam, s2 Hukum Ekonomi Syariah, s2 Manajemen Pendidikan Islam, s2 Ekonomi Syariah, s2 Pendidikan Agama Islam, s2 Ilmu Pendidikan Dasar Islam, s2 HES, s2 PAI, S2 MPI, s2 ESy, s2 IPDI, pendaftaran s2 IAIN Purwokerto, Pendaftaran Pascasarjana IAIN Purwokertopascasarjana IAIN Purwokerto, s2 IAIN Purwokerto, magister IAIN Purwokerto, s2 KPI, S2 Komunikasi Penyiaran Islam, s2 Hukum Ekonomi Syariah, s2 Manajemen Pendidikan Islam, s2 Ekonomi Syariah, s2 Pendidikan Agama Islam, s2 Ilmu Pendidikan Dasar Islam, s2 HES, s2 PAI, S2 MPI, s2 ESy, s2 IPDI, pendaftaran s2 IAIN Purwokerto, Pendaftaran Pascasarjana IAIN Purwokerto
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com